oleh nasional | Jul 6, 2018 | UMKM
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. 98% perusahaan di Indonesia merupakan usaha mikro dan kecil namun mampu menyumbang 57% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 60 persen tenaga kerja. Namun demikian, usaha mikro dan kecil sering menghadapi kendala di antaranya adalah kurangnya informasi maupun akses untuk memperoleh kredit/pembiayaan, sehingga membatasi pertumbuhan dan peluang investasi mereka.
Undang-undang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, pasal 7 dan 8 mengamanatkan kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk menumbuhkan iklim usaha dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang meliputi aspek diantaranya terkait pendanaan. Kebijakan pendanaan tersebut ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan dan memfasilitasi UMKM pada kredit bank/nonbank, memperbanyak lembaga pembiayaan dan memperluas jaringannya, memberikan kemudahan dalam memperoleh pendanaan, dan membantu UMKM mendapatkan pembiayaan dan jasa/produk keuangan lainnya dengan jaminan pemerintah.
Undang-undang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, pasal 7 dan 8 mengamanatkan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menumbuhkan iklim usaha dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang meliputi aspek diantaranya terkait pendanaan.
Sejalan dengan amanat UU No. 20 tersebut untuk membantu mengatasi kurangnya akses UMKM untuk memperoleh kredit/pembiayaan, Pemerintah meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Persyaratan Umum untuk mendapatkan KUR, antara lain sebagai berikut :
- Warga Indonesia (WNI)
- Usahanya telah berjalan minimal 6 bulan
Selain persyaratan umum, yang harus dipenuhi (sesuai checklist) :
| Jenis Dokumen | Perorangan | Badan Usaha |
| Fotokopi KTP el (E-KTP) dan Kartu Keluarga | v | v |
| Fotokopi surat nikah (bagi yang sudah menikah) | v | |
| Surat Keterangan Usaha Informal dari kelurahan/kecamatan atau Surat Ijin Usaha (SIUP, TDP, SITU, HO) | v | v |
| Fotokopi dokumen jaminan, untuk kredit di atas Rp 25 juta* | v | v |
| NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), untuk kredit diatas Rp 50 juta | v | v |
(*) Bukti kepemilikan tanah, IMB dan PBB, BPKB
Dan sehubungan penyaluran KUR tersebut, maka BINA BANGUN BANGSA sebagai Mitra Strategis Pembangunan Nasional, ikut serta dalam mensosialisasikan program ini dengan membuka pendaftaran bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia yang ingin mendapatkan fasilitas KUR ini, dengan mengisi form pendaftaran di bawah ini :
oleh admin | Jan 12, 2015 | Daerah
Kota Palu, BINA BANGUN BANGSA – Terkait dengan wacana penanaman kembali (Restocking) pohon kayu Eboni di daerah Sulawesi Tengah yang saat ini jumlah populasi dan luas sebarannya sudah semakin berkurang dan hampir mengalami kelangkaan, akibat pemanfaatannya yang selama ini tidak berwawasan keberlanjutan, langsung mendapat tanggapan dari Sekretaris Kota Palu, Aminuddin Atjo, yang menyatakan akan segera menindaklanjuti usulan tersebut, sembari menjelaskan bahwa selama ini pun Pemerintah Kota Palu sudah memberikan perhatian terhadap keberadaan populasi hayati pohon kayu Eboni yang sempat menjadi ikon khas kota Palu Sulawesi Tengah selama ini.
“Akan kami tindak lanjuti dan langsung kami disposisikan hal tersebut kepada Bappeda dan Kepala Dinas terkait”, kata pak Amin, Sekkot Palu melalui hubungan selularnya dengan Portal siang ini. (12/1/2014)
Dan lanjutnya, Beliau pun sangat setuju terkait agar sekalian perlu diadakan studi kajian penelitian dan pengembangan serta pelestarian khusus tentang pohon kayu Eboni tersebut, untuk wilayah Kota Palu dan sekitarnya, sebagai acuan inputan kepada provinsi dan pemerintah pusat.
Mendengar respon positif dari Sekkot Palu, Arham Rumpan Saleh selaku pemerhati dan pelestari budi daya kayu Eboni Kota Palu, sangat apresiatif atas pernyataan dari Aminuddin Atjo tersebut. Arham hanya berharap agar respon tersebut benar-benar segera ditindaklanjuti dengan tetap pula melibatkan unsur pemberdayaan masyarakat yang bersama-sama dalam kelompok pembudi daya kayu Eboni kota Palu sekitarnya, yang selama ini dia sudah bina puluhan tahun dalam upayanya melestarikan dan mengembangkan potensi kayu Eboni Sulawesi Tengah.(***)
oleh admin | Jan 3, 2015 | Berita
UKM Nusantara – Ahmad Pagessa adalah satu dari sekian banyak penggiat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang peduli terhadap kondisi ekonomi daerahnya. Sebagai sosok penggerak pemberdayaan masyarakat, Ahmad Pagessa sangat berharap agar masyarakat daerah, terutama tempatnya saat ini dia tinggali bersama keluarganya, Kota Palu bisa lebih maju lagi, sekelas dengan masyarakat kota besar lainnya di negeri Nusantara ini, apalagi mengingat Kota Palu sudah menjadi Kota dengan predikat Kota Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus, pada era Walikota Palu, Rusdi Mastura dan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola ini.
Karena menurut pria kelahiran Makassar ini, semua masyarakat daerah pastinya ingin hidup yang lebih baik lagi, hanya saja mereka masih diselimuti olah pikir yang konservatif, yang selalu saja berpendapat bahwa bersekolah hanya untuk menjadi pegawai negeri atau pegawai kantoran saja. Tanpa mau berpikir untuk menjadi petani, peternak, dan atau nelayan yang berhasil, karena dianggap bukan pekerjaan atau mata pencaharian yang eksklusif.
Pandangan awam masyarakat daerah bahwa untuk menjadi pengusaha, harus dibutuhkan ketrampilan dan modal yang besar, sehingga membuat mereka selalu takut untuk memulai usaha bisnisnya, karena takut rugi dan harus kehilangan modalnya.
Padahal lapangan pekerjaan sebagai pegawai negeri dan kantoran selalu saja terbatas, tidak bisa menampung semua kebutuhan bagi kelompok usia kerja yang telah lulus sekolah dan kuliah, sehingga apabila tidak diantisipasi, maka akan menambah jumlah pengangguran, yang malah dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan sosial dan budaya daerah tersebut.
Paradigma lama tersebut, membuat Ahmad Pagessa bertekad untuk mencoba menghilangkannya. Dengan berbekal semangat, pria yang ramah ini berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan memberikan penyuluhan dan motivasi kewirausahaan, sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat dan mahasiswa serta kelompok generasi muda Kota Palu. Lengkap dari hal teori hingga kepada contoh prakteknya, tentang manajemen produksi, penjualan dan pemasaran dari suatu produk dan jasa UMKM, terutama di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya, khas Palu dan daerah Sulawesi Tengah, yang hingga kini masih belum optimal untuk ditumbuhkembangkan.
Dengan dibantu kawan-kawannya dalam perwakilan organisasi BINA BANGUN BANGSA Kota Palu, Pagessa giat sekali mensosialisasikan pemberdayaan masyarakat tentang UMKM ini, yang hanya berharap agar masyarakat umum mengetahui dan memahami tentang wawasan entrepreneurship, yang akan membuat mereka jadi berani dan senang menjadi pelaku UMKM, yang secara otomatis pula akan mengurangi tingkat pengangguran dan termasuk sebagai bentuk upaya nyata dalam penanggulangan kemiskinan masyarakat yang masih tergolong daerah tertinggal ini.
Banyak kelompok kerja kreatif yang telah berhasil dikembangkanya, bahkan ada yang sudah menghasilkan beragam produk karya nyata seperti bawang goreng, minyak kelapa, makanan ringan, sabun mentimun dan handycraft berbahan kayu dan rotan serta bahan baku daur ulang. Dan apalagi sudah mulai pula dipasarkan pula, walaupun masih dalam stok yang terbatas, karena terkendala masalah klasik, yakni ketersediaan perlengkapan dan peralatan mesin serta permodalannya.
Maka diharapkannya agar Pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu, pun memberikan perhatian dan bantuannya terhadap kegiatan ini, demi terwujudnya gerakan percepatan pembangunan perekonomian masyarakat yang berbasis pemberdayaan UMKM ini, yang nantinya pun akan berdampak positif kepada PAD (Pendapatan Asli Daerah) nya, seiring dengan kemajuan ekonomi masyarakatnya.
oleh admin | Jan 2, 2015 | Berita
UMKM Nusantara – Ikan Terbang, penduduk setempat menyebutnya sebagai ikan tuing-tuing, memiliki sirip yang khas yang berbentuk layar. Ikan ini memiliki nama latin parexocoetus brachypterus. Ikan yang termasuk kedalam famili exotidae ini memiliki ciri yang khas, yaitu sirip dadanya yang besar yang menyebabkan ikan jenis ini dapat meluncur terbang di udara walau secara singkat. Atau mungkin lebih tepatnya adalah melayang di atas permukaan air. Mekanisme terbang ini sebetulnya adalah mekanisme ikan tersebut untuk pembelaan dirinya dari kejaran pemangsa. Jarak terbang yang ditempuhnya biasanya tidak jauh, sekitar 50an meter, namun fakta lain menyebutkan bahwa ikan ini, dengan memanfaatkan tenaga gelombang laut, dapat terbang mencapai jarak sekitar 400 meter. Wah … luar biasa sekali ya. …..

Namun, bukan soal kehebatan ikan tuing-tuing yang akan saya sampaikan dalam tulisan ini, tetapi tentang ikan,yang kebetulan menjadi ikon salah satu tv swasta di Indonesia, juga menjadi ikon wisata kuliner di provinsi Sulawesi Barat.

Wisata kuliner ikan tuing-tuing atau ikan terbang ini bisa dijumpai jika kita melewati jalan trans Sulawesi, saat kita melalui Desa Somba, kecamatan Sendana, Kabupaten Majene (bacanya: maje’ ne’) yang termasuk kedalam Provinsi Sulawesi Barat. Di wilayah ini berjejer warung-warung penjual ikan terbang, di kiri dan kanan jalan. Warung-warung tersebut sebagian besar buka selama dua puluh empat jam. Jadi jam berapapun kita melewati daerah tersebut, kita bisa langsung mencoba menikmati hidangan ikan tuing-tuing ini.

Desa Somba di wilayah kabupaten Majene ini dapat ditempuh sekitar 135 km atau sekitar 3 jam perjalanan dari Mamuju – ibukota provinsi Sulawesi Barat dan kurang lebih 6-7 jam perjalanan dari Makassar – Ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Sementara Majene, jika anda ingat, kabupaten ini pernah mencuat namanya saat peristiwa jatuhnya pesawat Adam Air yang hingga sekarang bangkai pesawatnya tidak dapat ditemukan.

Tanda-tanda lain, selain keberadaan warung-warung penjual ikan terbang itu, adalah kepulan asap di sepanjang jalan itu yang sudah tampak dari kejauan mengepul dari masing-masing warung penjual ikan terbang. Asap yang terbentuk adalah karena cara memasak ikan terbang yang khas, yaitu melalui pengasapan, bukan digoreng maupun dibakar. Ikan terbang akan matang akibat panas yang timbul dari proses pengasapan tersebut. Cara mengasapinyapun mudah. Sebelum diletakkan di atas rak pengasapan yang terbuat dari bambu, ikan terbang terlebih dahulu direndam di air garam. Setelah itu diletakkan di atas rak pengasapan hingga ikan berwarna kecoklatan. Ikan asap yang sudah matang ini bisa langsung dimakan, atau disimpan sambil menunggu pembeli. Jika sudah datang pembeli, ikan cukup dihangatkan di atas asap sebentar saja, dan ikan siap untuk dihidangkan. Kayu yang digunakan untuk mengasapi ikan tuing-tuing ini biasanya adalah kayu bakau atau kayu mangrove. Dan ikan tuing-tuing ini memang tidak enak jika digoreng maupun dibakar, mengingat sisiknya yang tebal. Jika melalui proses pengasapan, pada saat memakannya, sisiknya mudah dibuka dan daging yang tercium menjadi lebih harum.

Warung-warung ini, konon mulai berkembang pada tahun 2000an dan kini terdapat hampir lebih kurang 70an buah warung yang menyediakan penganan ikan terbang. Warung yang berada di kiri jalan trans Sulawesi (dari arah Makassar menuju Mamuju) berada di pinggir laut, tempat dimana ikan tuing-tuing ini didapat. Ikan terbang asap dikonsumsi dengan burasa (seperti lontong tetapi dimasak santan dan disajikan setangkup-setangkup, di Jakarta maupun pulau Jawa, biasa dikenal dengan sebutan buras) serta sambal khas Majene, yang terbuat dari cabai merah diulek bersama-sama bawang merah dan tomat, dibubuhi sedikit garam, kemudian sambal ini disiram minyak panas, dan pada saat akan dinikmati, jangan lupa untuk mengucuri dengan sedikit perasan jeruk nipis, dan wuih….. rasanya … sungguh dapat membuat lidah bergoyang terus tak mau berhenti menikmati kuliner ikan terbang yang khas dan lezat ini.

Rasa khas yang lezat itu yang saya dan dua orang teman mencoba menikmati kuliner ikan terbang di salah satu warung beberapa waktu yang lalu, pada saat melakukan perjalanan dari Makassar ke Mamuju. Sebelumnya saya memang pernah mendengar tentang ‘kewajiban’ untuk mencicipi menu khas Majene, ikan terbang asap, karena kelezatannya yang khas, jika kita dalam perjalanan menuju ke kota Mamuju.
Kesempatan untuk pergi ke Mamuju pun datang. Saya dan teman yang pergi bersama-sama akhirnya bertekad sebelum berangkat bahwa kami harus dapat mencicipi hidangan khas tersebut, untuk menghilangkan rasa penasaran kami. Pada waktu itu jam telah menunjukkan waktu sekitar pukul 3 dinihari. Kami mampir di warung yang masih buka, tandanya adalah lampunya masih menyala, disamping kepulan asapnya dari tempat pengasapan ikan terbang. Waktu yang masih dinihari tidak menyurutkan niat kami mencicipi hidangan khas Majene ini. Ditambah rasa penasaran kami yang belum pernah menikmati hidangan ikan terbang. Dan betul saja, walau rasanya perut ini agak aneh untuk ‘makan berat’ di pagi hari buta, tetapi kelezatan dan kekhasan kuliner ikan terbang ini menghilangkan rasa aneh kami. Kami benar-benar menikmatinya, kami coba semuanya: ikan terbang, sambal, burasa dan cumi-cumi. Dan kami akui bahwa kuliner ini sangat lezat, sangat yummy.

Soal harga, tidak usah khawatir, cukup bersahabat kok. Malah menurut saya cukup murah. Lihat saja informasi berikut ini, untuk sepiring ikan terbang yang berisi tujuh ekor, dihargai sepuluh ribu rupiah. Sementara setangkup burasa (dua potong burasa) dihargai dengan harga seribu rupiah saja. Oya, sebagai pelengkap, ada sajian cumi-cumi juga yang cukup dimasak dengan cara tumis saja, dan disajikan bersama ikan tuing-tuing asap. Hidangan cumi-cumi ini menambah lezatnya ikan terbang yang disajikan (harga tumis cumi-cumi ini berkisar antara 7500 – 10.000 per mangkok).

Sebagai oleh-oleh keluarga di rumah, selain membawa ikan terbang yang sudan matang – berikut sambalnya, ada pula yang sudah dikeringkan/diasinkan, sudah dikemas dalam bentuk kotak-kotak plastik dan siap untuk dibawa pulang. Harganya pun tetap bersahabat, satu kotak ikan kering cukup dihargai dengan dua puluh ribu rupiah saja per kotaknya. Cukup murah, kan?

Jadi, jika anda ingin merasakan kuliner khas Majene, Sulawesi Barat, sajian khas ikan terbang asap adalah pilihan yang tepat dan tampaknya akan lebih afdol jika kita menikmatinya di tempat asalnya, sambil menikmati suasana kabupaten Majene tentunya – sebagai bagian dari Indonesia travel.
Makassar, September 2013
@kangbugi
(Foto-foto: dokumentasi pribadi)
oleh admin | Des 28, 2014 | UMKM
BISNIS MODAL KECIL YANG COCOK UNTUK MAHASISWA
Menjadi seorang pengusaha bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk kalangan mahasiswa yang memiliki modal cukup terbatas. Kreativitas yang mereka miliki serta luasnya pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan, menjadi bekal mahasiswa untuk menyiasati minimnya modal usaha yang mereka miliki.
Keinginan untuk terjun di dunia usaha memang cukup sering kita temui dalam diri anak muda, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai mahasiswa. Meski untuk bisa menekuni bisnis sampingan di sela-sela jam perkuliahan tidaklah semudah teori yang dikatakan, namun semangat entrepreneur yang tertanam dalam dirinya cukup membantu mereka untuk menghadapi segala kendala usaha dengan mudah.
Nah, bagi Anda yang ingin menekuni bisnis sampingan di sela-sela kesibukan utamanya menuntut ilmu di bangku perkuliahan, tidak ada salahnya bila Anda mengangkat potensi bisnis di daerah asal Anda sebagai salah satu ide bisnis yang cocok untuk mahasiswa dengan modal kecil.
Target pasar yang dibidik
Mengingat hampir semua mahasiswa merupakan perantau yang berasal dari berbagai penjuru daerah, tentunya masing-masing dari mereka memiliki adat, budaya, makanan khas, hingga souvenir-souvenir unik yang berbeda-beda. Memanfaatkan peluang tersebut, Anda bisa mendapatkan tambahan uang saku dengan memasarkan produk-produk unik seperti aneka kerajinan tangan daerah maupun oleh-oleh khas dari kota asal Anda di lingkungan kampus tempat Anda menuntut ilmu. Untuk menjalankan ide bisnis tersebut, Anda bisa mulai membawa beberapa sampel produk dari kampung halaman Anda. Dari situ, Anda bisa mulai membidik teman-teman di lingkungan kampus ataupun teman di sekitar kost-kostan sebagai pangsa pasar yang cukup menjanjikan.
Contohnya saja bila Anda seorang mahasiswa yang berasal dari Pulau Dewata Bali bisa memasarkan kain Bali atau sandal Bali yang belakangan ini digemari masyarakat luas. Atau bila misalnya Anda mahasiswa dari Provinsi Lampung, maka tak ada salahnya bila Anda mulai memasarkan kopi Lampung atau keripik pisang Lampung untuk mendapat tambahan uang jajan setiap bulan.
Mempersiapkan Bisnis Dengan Modal Kecil
Selama ini masih banyak mahasiswa yang berpendapat bahwa modal usaha menjadi faktor utama untuk bisa memulai sebuah usaha. Padahal, sebenarnya dengan memanfaatkan potensi di sekitar mereka, para mahasiswa sudah bisa memulai bisnis sampingan yang menjanjikan.
Bagi Anda yang masih bingung mempersiapkan peluang bisnis mahasiswa yang bisa diangkat dari potensi daerah sekitar, berikut kami informasikan lima poin penting yang perlu Anda perhatikan dari sekarang.
Pertama, lakukan survey pasar untuk mencari tahu potensi apa saja yang sekiranya bisa Anda angkat di pasar nasional. Dalam hal ini Anda bisa melakukan survey pasar, kira-kira produk apa saja yang banyak dicari para wisatawan yang berkunjung ke daerah Anda. Misalnya saja seperti akseroris atau souvenir, kaos, makanan khas, dan lain sebagainya.
Kedua, prioritaskan untuk memilih produk yang tahan lama. Hal ini perlu Anda perhatikan karena sebagai mahasiswa tentunya waktu luang Anda cukup terbatas, untuk itu sebaiknya pilihlah produk komoditas yang memiliki masa kadaluarsa cukup lama. Misalnya saja memilih makanan kering seperti camilan, kopi, atau lebih memilih cinderamata yang tak memiliki masa kadaluarsa.
Ketiga, memilih produk yang sesuai dengan daya beli kalangan mahasiswa. Mengingat target pasar Anda adalah kalangan sesama mahasiswa, maka sebaiknya pilihlah produk yang harga jualnya masih bersahabat dengan kantong mahasiswa.
Keempat, untuk menghemat modal, Anda bisa membeli beberapa sample produk kemudian diambil fotonya untuk dijadikan katalog promosi. Melalui katalog tersebut, Anda bisa menjaring calon konsumen, baru kemudian melakukan pembelian (kulakan) sesuai dengan orderan yang diminta konsumen.
Kelima, libatkan produk Anda pada acara-acara kampus serta aktif berpromosi di sosial media agar teman-teman Anda mengetahui peluang bisnis yang sedang Anda geluti. Misalnya saja seperti ikut serta menjadi salah satu sponsor acara seminar atau bazaar yang diadakan kampus Anda, atau bisa juga memanfaatkan facebook, twitter, instagram, dan blackberry messenger untuk mempromosikan bisnis sampingan yang Anda jalankan.
Keuntungan Bisnis Dengan Modal Kecil
Sebenarnya ada banyak ide bisnis yang bisa Anda angkat dari potensi-potensi di sekitar daerah Anda. Sebagai putra-putri daerah, tentunya Anda tahu betul komoditas apa saja yang sekiranya dicintai masyarakat lokal dan banyak dicari konsumen dari daerah lain. Kejelian para mahasiswa dalam melihat peluang bisnis dan luasnya jaringan pertemanan yang mereka miliki baik di lingkungan kampus maupun pertemanan di dunia maya, cukup memudahkan mereka untuk bisa
mengembangkan bisnisnya hingga masuk ke lingkup pasar yang lebih besar (menguasai pasar di luar kampus). Kemampuan dan pengetahuan para mahasiswa dalam mengoperasikan gadget maupun menggunakan jaringan internet, turut memudahkan kalangan mahasiswa untuk mengembangkan bisnisnya di lingkungan kampus maupun di pasar maya. Melihat sekarang ini internet menjadi media promosi yang sangat efektif, tidak sulit bagi kalangan terpelajar untuk bisa mempromosikan bisnis sampingan mahasiswa ini ke pangsa pasar yang lebih luas. Jadi, tidak menutup kemungkinan bila bisnis sampingan mahasiswa ini bakal berhasil menembus pasar yang lebih luas.
Kendala Bisnis Dengan Modal Kecil
Sampai saat ini masih ada banyak kendala yang sering dihadapi para mahasiswa ketika hendak terjun di dunia usaha. Salah satunya saja seperti kurangnya waktu luang yang bisa dialokasikan untuk merintis peluang bisnis serta munculnya ketakutan-ketakutan akan resiko kegagalan usahanya. Bahkan,tak jarang sebagian mahasiswa mengurungkan niatnya menjadi pengusaha karena mereka hanya memikirkan masalah modal yang pas-pasan sehingga pada akhirnya takut mencoba dan cenderung takut menghadapi resiko kegagalan dalam merintis usahanya.
Disamping itu, kurang luasnya jaringan bisnis yang mereka miliki serta banyaknya ide bisnis yang ingin mereka wujudkan, terkadang hanya akan menghilangkan fokus utama mereka untuk mengoptimalkan peluang usaha yang sedang dijalankannya. Kendala ini bisa diatasi dengan cara membuka mata dan telinga seluas-luasnya agar lebih jeli untuk mengetahui peluang apa saja yang bisa mereka ambil dan prioritas apa saja yang perlu mereka selesaikan terlebih dahulu. Semakin sering Anda membuka mata dan telinga, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendapatkan ide bisnis yang brilian dan menjanjikan.
Modal pas-pasan bukan menjadi kendala bagi Anda untuk memasarkan peluang bisnis. Dengan kreativitas yang Anda miliki serta ditunjang dengan kemajuan teknologi yang juga mulai bersahabat dengan kalangan anak muda, sekarang ini bisnis mahasiswa berani bersaing dengan peluang bisnis lainnya yang ada di pasaran. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, tentunya Anda harus lebih pintar untuk menyusun strategi pemasaran. Contohnya saja seperti memanfaatkan peran internet untuk mempromosikan bisnis sampingan yang dijalankan.
Strategi Pemasaran Bisnis Mahasiswa
Tingginya tingkat penggunaan internet di kalangan mahasiswa, bisa Anda manfaatkan untuk mempromosikan produk-produk yang Anda pasarkan. Untuk menjangkau konsumen di lingkup terdekat Anda, bisa dimulai dengan cara mempromosikannya melalui akun jejaring pertemanan yang Anda gunakan. Sebut saja seperti sekarang ini jejaring social yang eksis di kalangan mahasiswa antara lain facebook, twitter, blackberry messenger, whats up, we chat, line, kakao talk, instagram, pinterest, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk menjangkau pangsa pasar umum, Anda bisa memulainya dengan mempromosikan produk-produk Anda melalui market place seperti misalnya bisnisukm.com, kaskus, tokobagus, berniaga, tokopedia, indonetwork, dinomarket, dan lainsebagainya.
Kunci Sukses
kaos batik pekalongan agar bisa tetap imbang dalam menjalankan peran Anda sebagai mahasiswa maupun pengusaha muda, tentunya Anda harus pintar-pintar membagi waktu dan cukup jeli dalam memilih peluang usaha. Melihat kesibukan Anda sebagai mahasiswa cukup tinggi, maka sebaiknya pilihlah potensi-potensi daerah yang cukup mudah didapatkan. Bila perlu, gandeng keluarga Anda yang tinggal di kampung halaman Anda untuk mempersiapkan persediaan barang setiap bulannya. Dengan begitu, ketika Anda mendapatkan orderan barang dari konsumen, maka Anda bisa langsung menghubungi keluarga Anda yang ada di kampung halaman untuk mempersiapkan produk-produk yang dipesan. Sumber : http://bisnisukm.com/