UMKM Nusantara – Ikan Terbang, penduduk setempat menyebutnya sebagai ikan tuing-tuing, memiliki sirip yang khas yang berbentuk layar. Ikan ini memiliki nama latin parexocoetus brachypterus. Ikan yang termasuk kedalam famili exotidae ini memiliki ciri yang khas, yaitu sirip dadanya yang besar yang menyebabkan ikan jenis ini dapat meluncur terbang di udara walau secara singkat. Atau mungkin lebih tepatnya adalah melayang di atas permukaan air. Mekanisme terbang ini sebetulnya adalah mekanisme ikan tersebut untuk pembelaan dirinya dari kejaran pemangsa. Jarak terbang yang ditempuhnya biasanya tidak jauh, sekitar 50an meter, namun fakta lain menyebutkan bahwa ikan ini, dengan memanfaatkan tenaga gelombang laut, dapat terbang mencapai jarak sekitar 400 meter. Wah … luar biasa sekali ya. …..
Namun, bukan soal kehebatan ikan tuing-tuing yang akan saya sampaikan dalam tulisan ini, tetapi tentang ikan,yang kebetulan menjadi ikon salah satu tv swasta di Indonesia, juga menjadi ikon wisata kuliner di provinsi Sulawesi Barat.
Wisata kuliner ikan tuing-tuing atau ikan terbang ini bisa dijumpai jika kita melewati jalan trans Sulawesi, saat kita melalui Desa Somba, kecamatan Sendana, Kabupaten Majene (bacanya: maje’ ne’) yang termasuk kedalam Provinsi Sulawesi Barat. Di wilayah ini berjejer warung-warung penjual ikan terbang, di kiri dan kanan jalan. Warung-warung tersebut sebagian besar buka selama dua puluh empat jam. Jadi jam berapapun kita melewati daerah tersebut, kita bisa langsung mencoba menikmati hidangan ikan tuing-tuing ini.
Desa Somba di wilayah kabupaten Majene ini dapat ditempuh sekitar 135 km atau sekitar 3 jam perjalanan dari Mamuju – ibukota provinsi Sulawesi Barat dan kurang lebih 6-7 jam perjalanan dari Makassar – Ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Sementara Majene, jika anda ingat, kabupaten ini pernah mencuat namanya saat peristiwa jatuhnya pesawat Adam Air yang hingga sekarang bangkai pesawatnya tidak dapat ditemukan.
Tanda-tanda lain, selain keberadaan warung-warung penjual ikan terbang itu, adalah kepulan asap di sepanjang jalan itu yang sudah tampak dari kejauan mengepul dari masing-masing warung penjual ikan terbang. Asap yang terbentuk adalah karena cara memasak ikan terbang yang khas, yaitu melalui pengasapan, bukan digoreng maupun dibakar. Ikan terbang akan matang akibat panas yang timbul dari proses pengasapan tersebut. Cara mengasapinyapun mudah. Sebelum diletakkan di atas rak pengasapan yang terbuat dari bambu, ikan terbang terlebih dahulu direndam di air garam. Setelah itu diletakkan di atas rak pengasapan hingga ikan berwarna kecoklatan. Ikan asap yang sudah matang ini bisa langsung dimakan, atau disimpan sambil menunggu pembeli. Jika sudah datang pembeli, ikan cukup dihangatkan di atas asap sebentar saja, dan ikan siap untuk dihidangkan. Kayu yang digunakan untuk mengasapi ikan tuing-tuing ini biasanya adalah kayu bakau atau kayu mangrove. Dan ikan tuing-tuing ini memang tidak enak jika digoreng maupun dibakar, mengingat sisiknya yang tebal. Jika melalui proses pengasapan, pada saat memakannya, sisiknya mudah dibuka dan daging yang tercium menjadi lebih harum.
Warung-warung ini, konon mulai berkembang pada tahun 2000an dan kini terdapat hampir lebih kurang 70an buah warung yang menyediakan penganan ikan terbang. Warung yang berada di kiri jalan trans Sulawesi (dari arah Makassar menuju Mamuju) berada di pinggir laut, tempat dimana ikan tuing-tuing ini didapat. Ikan terbang asap dikonsumsi dengan burasa (seperti lontong tetapi dimasak santan dan disajikan setangkup-setangkup, di Jakarta maupun pulau Jawa, biasa dikenal dengan sebutan buras) serta sambal khas Majene, yang terbuat dari cabai merah diulek bersama-sama bawang merah dan tomat, dibubuhi sedikit garam, kemudian sambal ini disiram minyak panas, dan pada saat akan dinikmati, jangan lupa untuk mengucuri dengan sedikit perasan jeruk nipis, dan wuih….. rasanya … sungguh dapat membuat lidah bergoyang terus tak mau berhenti menikmati kuliner ikan terbang yang khas dan lezat ini.
Rasa khas yang lezat itu yang saya dan dua orang teman mencoba menikmati kuliner ikan terbang di salah satu warung beberapa waktu yang lalu, pada saat melakukan perjalanan dari Makassar ke Mamuju. Sebelumnya saya memang pernah mendengar tentang ‘kewajiban’ untuk mencicipi menu khas Majene, ikan terbang asap, karena kelezatannya yang khas, jika kita dalam perjalanan menuju ke kota Mamuju.
Kesempatan untuk pergi ke Mamuju pun datang. Saya dan teman yang pergi bersama-sama akhirnya bertekad sebelum berangkat bahwa kami harus dapat mencicipi hidangan khas tersebut, untuk menghilangkan rasa penasaran kami. Pada waktu itu jam telah menunjukkan waktu sekitar pukul 3 dinihari. Kami mampir di warung yang masih buka, tandanya adalah lampunya masih menyala, disamping kepulan asapnya dari tempat pengasapan ikan terbang. Waktu yang masih dinihari tidak menyurutkan niat kami mencicipi hidangan khas Majene ini. Ditambah rasa penasaran kami yang belum pernah menikmati hidangan ikan terbang. Dan betul saja, walau rasanya perut ini agak aneh untuk ‘makan berat’ di pagi hari buta, tetapi kelezatan dan kekhasan kuliner ikan terbang ini menghilangkan rasa aneh kami. Kami benar-benar menikmatinya, kami coba semuanya: ikan terbang, sambal, burasa dan cumi-cumi. Dan kami akui bahwa kuliner ini sangat lezat, sangat yummy.
Soal harga, tidak usah khawatir, cukup bersahabat kok. Malah menurut saya cukup murah. Lihat saja informasi berikut ini, untuk sepiring ikan terbang yang berisi tujuh ekor, dihargai sepuluh ribu rupiah. Sementara setangkup burasa (dua potong burasa) dihargai dengan harga seribu rupiah saja. Oya, sebagai pelengkap, ada sajian cumi-cumi juga yang cukup dimasak dengan cara tumis saja, dan disajikan bersama ikan tuing-tuing asap. Hidangan cumi-cumi ini menambah lezatnya ikan terbang yang disajikan (harga tumis cumi-cumi ini berkisar antara 7500 – 10.000 per mangkok).
Sebagai oleh-oleh keluarga di rumah, selain membawa ikan terbang yang sudan matang – berikut sambalnya, ada pula yang sudah dikeringkan/diasinkan, sudah dikemas dalam bentuk kotak-kotak plastik dan siap untuk dibawa pulang. Harganya pun tetap bersahabat, satu kotak ikan kering cukup dihargai dengan dua puluh ribu rupiah saja per kotaknya. Cukup murah, kan?
Jadi, jika anda ingin merasakan kuliner khas Majene, Sulawesi Barat, sajian khas ikan terbang asap adalah pilihan yang tepat dan tampaknya akan lebih afdol jika kita menikmatinya di tempat asalnya, sambil menikmati suasana kabupaten Majene tentunya – sebagai bagian dari Indonesia travel.
Ada banyak bisnis rumah tangga yang bisa dilakukan oleh setiap rumah tangga di Indonesia. Salah satunya adalah Bisnis Sosis Bandeng.
Jika selama ini kita sudah sangat kenal dengan ikan bandeng dan produknya, diantaranya bandeng presto. Kali ini pengasuh pojok konsultasi UMKM ini akan menyorot bisnis sosis bandeng. Ternyata usaha ini sangat menjanjikan, omzet bisa mencapai Rp. 15 juta per bulan. Kenyataannya itulah yang dialami oleh Bapak Anton yang sudah menekuni bisnis sosis bandeng sejak tahun 2006. Bagaimana dan apa itu bisnis sosis bandeng silahkan simak uraian berikut ini :
Amati Tiru Modifikasi (ATM) Bisnis Sosis Bandeng
Sosis bandeng, bisa menjadi alternatif usaha bagi pelaku UKM, khususnya di lokasi yang mana ikan bandeng segar mudah atau gampang diperoleh. Katakanlah di pusat-pusat budidaya ikan bandeng, pada tambak yang banyak tersebar di sepanjang pantai. Atau di situ dan danau yang mengembangkan ikan bandeng melalui sistem Keramba Jaring Apung.
Anton adalah seorang pelaku UKM yang sudah berhasil mengelola usaha ini secara industri rumah tangga (home industry) sejak tahun 2006. Dengan berbekal semangat dan modal seadanya Anton berhasil mengembangkan bisnis sosis bandeng hingga saat ini telah menghidupi keluarga dan sejumlah karyawannya. Maka diapun ingin berbagai pengalaman kepada yang lain agar bisa juga berhasil seperti dia.
Pengusaha : Anton (nama lengkap Imam Tantowi), umur ± 35 tahun
Alamat : Jl. Hembo Gedung Musholla I No. 19 RT 03/07 Jatimulya Bekasi Timur
Merek Dagang : Sosis Bandeng merek “IZZAN”
Keunggulan Produk : Tanpa bahan pengawet, bebas kolesterol ,dipasarkan dalam keadaan beku. Sosis menyerupai ikan bandeng, bukan onjong bulat seperti sosis biasa. Bila disimpan dalam freezer sosis bandeng itu bisa bertahan hingga tiga bulan. Sedangkan kalau di dalam kulkas awet selama sepekan. Sementara dalam suhu normal bisa bertahan selama dua hari.
Mulai usaha : Menjalankan usahanya sejak tahun 2006 di rumah sewa di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat.
Latar belakang usaha : Perusahaan tempat bekerja gulung tikar akhirnya memutuskan menjadi wirausaha sosis bandeng.
Modal awal Rp. 500.000 dipinjam dari keluarga. Sebagian untuk modal kerja, sedangkan peralatan produksi memanfaatkan peralatan dapur yang dimiliki.
Tips Sukses : Berani memulai, pantang menyerah, lakukan inovasi, maksimalkan kemampuan dan peralatan yang dimiliki.
Bahan baku : ikan bandeng hitam segar, harga Rp. 15.000 s/d Rp.17.000 per kg
Pemasaran : Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Makassar. Semua dia pasarkan dengan bantuan delapan agen penjualan. Pada awalnya penjualan melalui jaringan teman yang biasa menjual produk. memasok ke pasar modern seperti Hero, Giant, Farmers Market Kelapa Gading, dan Mal Pondok Indah I. Termasuk menjual ke beberapa restoran Sunda di Jabodetabek.
Harga jual produk ke supplier : Rp. 12.500 yang di bungkus, isi satu ekor bandeng (berat 185 gram) dan Rp.11.000 bila dikemas dengan plastik hampa udara.
Keuntungan : Rp. 15 juta per bulan
Produksi : dalam sebulan mampu membuat 1.400 kardus sosis bandeng. Satu kardus berisi satu bandeng seberat 185 gram (gr). Harga di pasaran (diterima konsumen) Rp 15.000 sampai Rp 17.000 per kardus,” ujarnya. Omzet mencapai Rp 15 juta sampai Rp 20 juta perbulan.
Cara Pembuatan Sosis Bandeng (secara garis besar)
Pembuatan bandeng sosis dimulai dengan bahan baku ikan bandeng hitam (kepala besar), contohnya untuk menghasilkan 12 kilogram sosis bandeng perlu 120 ekor ikan bandeng segar sebagai bahan baku.
Insang dan kotoran isi perut ikan dibersihkan, usahakan kepala ikan tetap menyatu dengan badan ikan. Ikan dibilas dengan air sampai bersih.
Kulit ikan dipisahkan dari daging badan ikan, dengan cara melorotkan kulit ikan mulai dari bawah kepala hingga ke bagian ekornya. Kulit ikan harus tetap dalam keadaan baik jangan robek. Kulit ikan ini akan dipakai dengan memasokkan adonan sosis ikan bandeng ke dalamnya.
Daging ikan yang sudah dipisah dari kulit ikan, diambil dagingnya dan dipisahkan dari duri-duri ikan. Proses pembuatan bandeng sosisnya memerlukan tenaga kerja yang terampil dan terlatih. Jika kurang hati-hati dalam proses pengerjaannya bisa berdampak kurang bagus terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Misalnya kulit bandeng sobek saat daging ikan di keluarkan setelah tulang-tulangnya ditumbuk dan dihancurkan.
Dalam tahapan pengolahan daging bandeng, perlu ada es batu pada saat dipisahkan dari bagian kulit. Sedangkan fungsi es batu, tak lain untuk menjaga kesegaran daging dan tidak menimbulkan bau akibat terlalu lama dikeluarkan.
Daging bandeng digiling halus hingga tiga kali gilingan sampai yakin sisa duri benar benar sudah halus dan menyatu dengan daging bandeng.
Siapkan bumbu-bumbu masak untuk campuran daging bandeng. Terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, garam, gula. Bumbu tersebut digiling halus dan dimasak hingga berminyak.
Kuning telur diaduk merata
Daging bandeng dan bumbu giling dicampur dan diaduk merata ditambahkan tepung secukupnya kemudian dikukus hingga matang. Masukkan ke dalam kulit bandeng yang sudah dikupas sebelumnya. Bentuknya akan sama dengan ikan bandeng benaran.
Menjadi seorang pengusaha bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk kalangan mahasiswa yang memiliki modal cukup terbatas. Kreativitas yang mereka miliki serta luasnya pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan, menjadi bekal mahasiswa untuk menyiasati minimnya modal usaha yang mereka miliki.
Keinginan untuk terjun di dunia usaha memang cukup sering kita temui dalam diri anak muda, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai mahasiswa. Meski untuk bisa menekuni bisnis sampingan di sela-sela jam perkuliahan tidaklah semudah teori yang dikatakan, namun semangat entrepreneur yang tertanam dalam dirinya cukup membantu mereka untuk menghadapi segala kendala usaha dengan mudah.
Nah, bagi Anda yang ingin menekuni bisnis sampingan di sela-sela kesibukan utamanya menuntut ilmu di bangku perkuliahan, tidak ada salahnya bila Anda mengangkat potensi bisnis di daerah asal Anda sebagai salah satu ide bisnis yang cocok untuk mahasiswa dengan modal kecil.
Target pasar yang dibidik
Mengingat hampir semua mahasiswa merupakan perantau yang berasal dari berbagai penjuru daerah, tentunya masing-masing dari mereka memiliki adat, budaya, makanan khas, hingga souvenir-souvenir unik yang berbeda-beda. Memanfaatkan peluang tersebut, Anda bisa mendapatkan tambahan uang saku dengan memasarkan produk-produk unik seperti aneka kerajinan tangan daerah maupun oleh-oleh khas dari kota asal Anda di lingkungan kampus tempat Anda menuntut ilmu. Untuk menjalankan ide bisnis tersebut, Anda bisa mulai membawa beberapa sampel produk dari kampung halaman Anda. Dari situ, Anda bisa mulai membidik teman-teman di lingkungan kampus ataupun teman di sekitar kost-kostan sebagai pangsa pasar yang cukup menjanjikan.
Contohnya saja bila Anda seorang mahasiswa yang berasal dari Pulau Dewata Bali bisa memasarkan kain Bali atau sandal Bali yang belakangan ini digemari masyarakat luas. Atau bila misalnya Anda mahasiswa dari Provinsi Lampung, maka tak ada salahnya bila Anda mulai memasarkan kopi Lampung atau keripik pisang Lampung untuk mendapat tambahan uang jajan setiap bulan.
Mempersiapkan Bisnis Dengan Modal Kecil
Selama ini masih banyak mahasiswa yang berpendapat bahwa modal usaha menjadi faktor utama untuk bisa memulai sebuah usaha. Padahal, sebenarnya dengan memanfaatkan potensi di sekitar mereka, para mahasiswa sudah bisa memulai bisnis sampingan yang menjanjikan.
Bagi Anda yang masih bingung mempersiapkan peluang bisnis mahasiswa yang bisa diangkat dari potensi daerah sekitar, berikut kami informasikan lima poin penting yang perlu Anda perhatikan dari sekarang.
Pertama, lakukan survey pasar untuk mencari tahu potensi apa saja yang sekiranya bisa Anda angkat di pasar nasional. Dalam hal ini Anda bisa melakukan survey pasar, kira-kira produk apa saja yang banyak dicari para wisatawan yang berkunjung ke daerah Anda. Misalnya saja seperti akseroris atau souvenir, kaos, makanan khas, dan lain sebagainya.
Kedua, prioritaskan untuk memilih produk yang tahan lama. Hal ini perlu Anda perhatikan karena sebagai mahasiswa tentunya waktu luang Anda cukup terbatas, untuk itu sebaiknya pilihlah produk komoditas yang memiliki masa kadaluarsa cukup lama. Misalnya saja memilih makanan kering seperti camilan, kopi, atau lebih memilih cinderamata yang tak memiliki masa kadaluarsa.
Ketiga, memilih produk yang sesuai dengan daya beli kalangan mahasiswa. Mengingat target pasar Anda adalah kalangan sesama mahasiswa, maka sebaiknya pilihlah produk yang harga jualnya masih bersahabat dengan kantong mahasiswa.
Keempat, untuk menghemat modal, Anda bisa membeli beberapa sample produk kemudian diambil fotonya untuk dijadikan katalog promosi. Melalui katalog tersebut, Anda bisa menjaring calon konsumen, baru kemudian melakukan pembelian (kulakan) sesuai dengan orderan yang diminta konsumen.
Kelima, libatkan produk Anda pada acara-acara kampus serta aktif berpromosi di sosial media agar teman-teman Anda mengetahui peluang bisnis yang sedang Anda geluti. Misalnya saja seperti ikut serta menjadi salah satu sponsor acara seminar atau bazaar yang diadakan kampus Anda, atau bisa juga memanfaatkan facebook, twitter, instagram, dan blackberry messenger untuk mempromosikan bisnis sampingan yang Anda jalankan.
Keuntungan Bisnis Dengan Modal Kecil
Sebenarnya ada banyak ide bisnis yang bisa Anda angkat dari potensi-potensi di sekitar daerah Anda. Sebagai putra-putri daerah, tentunya Anda tahu betul komoditas apa saja yang sekiranya dicintai masyarakat lokal dan banyak dicari konsumen dari daerah lain. Kejelian para mahasiswa dalam melihat peluang bisnis dan luasnya jaringan pertemanan yang mereka miliki baik di lingkungan kampus maupun pertemanan di dunia maya, cukup memudahkan mereka untuk bisa
mengembangkan bisnisnya hingga masuk ke lingkup pasar yang lebih besar (menguasai pasar di luar kampus). Kemampuan dan pengetahuan para mahasiswa dalam mengoperasikan gadget maupun menggunakan jaringan internet, turut memudahkan kalangan mahasiswa untuk mengembangkan bisnisnya di lingkungan kampus maupun di pasar maya. Melihat sekarang ini internet menjadi media promosi yang sangat efektif, tidak sulit bagi kalangan terpelajar untuk bisa mempromosikan bisnis sampingan mahasiswa ini ke pangsa pasar yang lebih luas. Jadi, tidak menutup kemungkinan bila bisnis sampingan mahasiswa ini bakal berhasil menembus pasar yang lebih luas.
Kendala Bisnis Dengan Modal Kecil
Sampai saat ini masih ada banyak kendala yang sering dihadapi para mahasiswa ketika hendak terjun di dunia usaha. Salah satunya saja seperti kurangnya waktu luang yang bisa dialokasikan untuk merintis peluang bisnis serta munculnya ketakutan-ketakutan akan resiko kegagalan usahanya. Bahkan,tak jarang sebagian mahasiswa mengurungkan niatnya menjadi pengusaha karena mereka hanya memikirkan masalah modal yang pas-pasan sehingga pada akhirnya takut mencoba dan cenderung takut menghadapi resiko kegagalan dalam merintis usahanya.
Disamping itu, kurang luasnya jaringan bisnis yang mereka miliki serta banyaknya ide bisnis yang ingin mereka wujudkan, terkadang hanya akan menghilangkan fokus utama mereka untuk mengoptimalkan peluang usaha yang sedang dijalankannya. Kendala ini bisa diatasi dengan cara membuka mata dan telinga seluas-luasnya agar lebih jeli untuk mengetahui peluang apa saja yang bisa mereka ambil dan prioritas apa saja yang perlu mereka selesaikan terlebih dahulu. Semakin sering Anda membuka mata dan telinga, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendapatkan ide bisnis yang brilian dan menjanjikan.
Modal pas-pasan bukan menjadi kendala bagi Anda untuk memasarkan peluang bisnis. Dengan kreativitas yang Anda miliki serta ditunjang dengan kemajuan teknologi yang juga mulai bersahabat dengan kalangan anak muda, sekarang ini bisnis mahasiswa berani bersaing dengan peluang bisnis lainnya yang ada di pasaran. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, tentunya Anda harus lebih pintar untuk menyusun strategi pemasaran. Contohnya saja seperti memanfaatkan peran internet untuk mempromosikan bisnis sampingan yang dijalankan.
Strategi Pemasaran Bisnis Mahasiswa
Tingginya tingkat penggunaan internet di kalangan mahasiswa, bisa Anda manfaatkan untuk mempromosikan produk-produk yang Anda pasarkan. Untuk menjangkau konsumen di lingkup terdekat Anda, bisa dimulai dengan cara mempromosikannya melalui akun jejaring pertemanan yang Anda gunakan. Sebut saja seperti sekarang ini jejaring social yang eksis di kalangan mahasiswa antara lain facebook, twitter, blackberry messenger, whats up, we chat, line, kakao talk, instagram, pinterest, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk menjangkau pangsa pasar umum, Anda bisa memulainya dengan mempromosikan produk-produk Anda melalui market place seperti misalnya bisnisukm.com, kaskus, tokobagus, berniaga, tokopedia, indonetwork, dinomarket, dan lainsebagainya.
Kunci Sukses
kaos batik pekalongan agar bisa tetap imbang dalam menjalankan peran Anda sebagai mahasiswa maupun pengusaha muda, tentunya Anda harus pintar-pintar membagi waktu dan cukup jeli dalam memilih peluang usaha. Melihat kesibukan Anda sebagai mahasiswa cukup tinggi, maka sebaiknya pilihlah potensi-potensi daerah yang cukup mudah didapatkan. Bila perlu, gandeng keluarga Anda yang tinggal di kampung halaman Anda untuk mempersiapkan persediaan barang setiap bulannya. Dengan begitu, ketika Anda mendapatkan orderan barang dari konsumen, maka Anda bisa langsung menghubungi keluarga Anda yang ada di kampung halaman untuk mempersiapkan produk-produk yang dipesan. Sumber : http://bisnisukm.com/
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Pelaku bisnis dan pengusaha besar nasional diharapkan membangun kemitraan dengan menggandeng pelaku UKM dalam negeri, khususnya pelaku industri kreatif, sehingga akan menjadi solusi terhadap masalah pemberdayaan UKM saat ini, terkait dengan akses permodalan dan pembiayaan serta pengembangannya, termasuk tekhnologi tepat guna dan penguatan pemasaran.
Konsultan Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan mengatakan bahwa potensi UKM Indonesia adalah sangat besar, karena telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap besaran perdagangan dalam negeri dan pertumbuhan perekonomian nasional.
Dengan jumlah sekitar 60 juta pelaku UKM, menjadikan UKM merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, sehingga menciptakan lapangan usaha dan kerja bagi kelompok usia kerja di bangsa ini.
“Dan bahkan menurut statistik, UKM telah menjadi kontributor terbesar terhadap PDB Indonesia, yang semakin lama semakin meningkat”, jelas Nur Ridwan kepada Portal.
Ditambahkannya lagi bahwa dengan pertumbuhan dunia UKM yang rata-rata di kisaran 23,3 persen setiap tahunnya, berarti menandakan ini adalah potensi yang sangat besar sekali, yang bisa menjadi nilai daya saing nasional terhadap perekonomian global.
“Tetapi permasalahan klasik bagi dunia UKM saat ini, masih saja terantuk dengan masalah manajemen, permodalan dan atau pembiayaan serta penjaminannya, yang ditambah dengan kondisi beban produksi dan operasional yang semakin lama semakin meningkat dari tahun ke tahun”, tambahnya.
Adalah merupakan kewajiban bagi Pemerintah dan termasuk juga pelaku bisnis dan pengusaha besar nasional, untuk membina dan mengembangkan dunia UKM dalam negeri, demi percepatan perekonomian nasional secara keseluruhan, yang bahkan malah sudah diatur dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM.
“Sudah seharusnya Pemerintah dan Pengusaha Besar Nasional lebih memberikan kemudahan dan penguatan dalam pemberdayaan UKM kita, yang apalagi ke depannya sudah harus siap-siap menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau Pasar Bebas ASEAN 2015 ini”, katanya lagi. (RN)
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Perkembangan dunia UKM Indonesia (Usaha Kecil Menengah), tidaklah bisa terlepas dari sumbangsih dan kontribusi seorang Ir. Deddy E. Tanjung, MBA, MM., karena dedikasinya yang selama ini sebagai penggiat UKM di Indonesia.
Sebagai Konsultan Pendampingan Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM, Deddy E. Tanjung yang biasa dipanggil Bang Edo sebagai panggilan akrabnya, berbagi pengetahuan dan pengalamannya kepada masyarakat dan kawula muda, yang harapannya untuk dapat menciptakan wirausahawan muda, mandiri yang kreatif dan berhasil dalam mengembangkan potensi UKM Indonesia, yang terbukti bahwa UKM telah menjadi kontributor terbesar dan penggerak utama bagi percepatan pembangunan perekonomian nasional selama ini.
Selain aktif sebagai Konsultan Ahli di Bank Indonesia, pria yang terkenal ramah ini pun sering mengadakan dan menghadiri berbagai seminar dan diskusi ilmiah dengan banyak kalangan umum, termasuk juga Deddy sering diminta menjadi staff pengajar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jakarta maupun di daerah, yang membawa semangat kewirausahaan agar siapa pun harus berani untuk menjadi pengusaha dan tidak takut gagal dalam memulai bisnisnya.
Berbagai ide peluang usaha dan pengetahuannya di bidang pemberdayaan ekonomi riil, selalu dituangkan Deddy melalui blog miliknya ( http://usaha-umkm.blog.com ). Dan sejumlah informasi dan penawaran kerja sama serta berbagai layanan jasa konsultansinya hingga saat ini sudah banyak membantu khalayak umum yang ingin memulai dan mengembangkan jiwa wirausahanya, terutama bagi pemula yang tidak perlu lagi susah payah mencari referensi terpercaya dalam memulai bisnisnya.
Sudah banyak pendampingan dan pengabdiannya terhadap terhadap kemajuan UKM Indonesia, ditandai dengan berbagai pelatihan dan pendampingan yang telah ia lakukan ke berbagai daerah di Nusantara ini. Dengan berbagai pendampingan mitra binaan yang tercipta di berbagai pelosok negeri, sebagian Sumatera dan setiap daerah di pulau Jawa dan Sulawesi selain korespodensi onlinenya yang menjangkau daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia.
Apalagi dengan kemampuannya, Deddy pun dapat membantu bagi setiap pelaku UKM untuk mendapatkan akses perbankan dalam mendapatkan bantuan permodalan dari sisi perbankan yang jauh lebih mudah dan murah, sehingga dapat membantu setiap pelaku UKM dalam meningkatkan kualitas dan produktivitasnya.
Maka tidaklah berlebihan apabila berbagai penghargaan telah diberikan kepada Deddy E. Tanjung, yang merupakan satu sosok penggiat pemberdayaan masyarakat yang terbukti telah mampu menggerakkan perekonomian UKM Indonesia demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang kreatif, mandiri dan sejahtera.
– Nama Lengkap: Ir. Deddy Edward Tanjung, MBA, MM – Tempat/Tgl Lahir: Bukittinggi, 3 Juli 1959 – Pendidikan Formal: * SMA Negeri Maninjau, Sumatera Barat * Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat * Magister Busniness Administration (MBA) dan * Master Manajemen (MM) Institut Pendidikan dan Pengembangan Manajemen (IPPM), Jakarta
SMESCO KREASI DAN INOVASI 2014 : MEMOTIVASI GERAKAN CREATIVEPRENEUR
Jakarta – Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM untuk pertama kali memperkenalkan gerakan creativepreneur atau gerakan pengusaha muda pemula berbasis produk-produk kreatif dan inovasi, dengan diprakarsainya Pameran Smesco Kreasi dan Inovasi 2014 atau Smesco Krenov Fair yang berlangsung pada 11 – 13 Desember 2014 di SME Tower. Dalam pekan kreatif dan inovasi yang digagas LLP-KUKM tersebut, para peserta pameran merupakan pelajar, mahasiswa, pelaku koperasi dan UKM yang memiliki produk original hasil kreativitas dan inovasi mereka.
Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga mengatakan, untuk dapat dikatagorikan sebagai Negara maju, kita harus memiliki minimal 2 persen wirausaha dari jumlah penduduk Indonesia, saat ini baru mencapai 1.65 persen dari jumlah penduduk Indonesia, sehingga minimal ada 5 juta wirausaha baru yang perlu kita dorong untuk tumbuh dan berkembang.
“Sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi melalui konsep Nawa Cita, dimana point yang keenam disebutkan bahwa Pemerintah akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional. Salah satu kebijakan yang dapat dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan membangun suatu kluster yang terkonsentrasi pada masyarakat yang produktif dan kreatif,” tegas Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dalam sambutan resmi saat membuka pameran Smesco Kreatif dan Inovasi 2014, Kamis (11/12/2014).
Pameran Kreasi dan Inovasi 2014 dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi pelajar, mahasiswa dan pelaku KUKM dalam memproduksi produk-produk asli anak bangsa yang mampu memiliki nilai utilitas, nilai seni, nilai teknologi terapan dan yang terpenting memiliki nilai ekonomi dalam menghadapi perkembangan pasar bebas yang dalam waktu dekat dijelang.
Menurut Direktur Utama LLP-KUKM, Ahmad Zabadi mengatakan, kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati, bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif dari sang wirausaha biasanya tidak dapat berkembang abadi. Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dan mencari terobosan baru.
“Kami mengajak dan mendorong mereka untuk menghasilkan produk yang kreatif baik untuk pasar nasional, maupun pasar ekspor. Sebagaimana kita ketahui, kami tidak hanya memasarkan produk KUKM di dalam negeri, tetapi juga mendorong mereka untuk masuk ke pasar global. Pemerintah dalam hal ini LLP-KUKM memiliki komitmen kuat untuk senantiasa mendorong dan membantu pelaku usaha dalam negeri agar menjadi juara di negeri sendiri, dan pemain yang diperhitungkan di pasar luar nengeri,” demikian Direktur Utama LLP-KUKM, Ahmad Zabadi menegaskan.
Selain itu, Pameran Smesco Kreatif dan Inovasi 2014 menjadi kesempatan baik untuk menunjukan berbagai produk inovatif hasil karya anak bangsa dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih besar.
Terdapat 15 jenis kategori produk ekonomi kreatif yang dipamerkan oleh koperasi, UKM, pelajar dan mahasiswa yaitu: Arsitektur; Desain; Film, video dan fotografi; Kuliner; Kerajinan; Mode; Musik; Penerbitan dan ; Percetakan; Permainan Interaktif; Periklanan; Riset dan Pengembangan; Seni Rupa; Seni Pertunjukan; Teknologi ; Informasi; Televisi dan Radio.
Menurut Direktur Utama LLP-KUKM, Ahmad Zabadi, Krenov Fair 2014 yang diiukuti para mahasiswa, pelajar dan pelaku usaha adalah event yang melibatkan lintas struktur antara pemerintah, kalangan swasta dan kalangan akademisi dengan konsep triple helix model, selanjutnya LLP-KUKM akan merealisasikan Smesco sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif di Indonesia dengan membangun Gallery Indonesia WOW dengan melibatkan kelompok professional sebagai mentor dan kurator bagi para pelaku KUKM, pelajar dan mahasiswa sebagai pendamping untuk mengembangkan produk kreatif berdaya saing ekonomi .
Mencermati kompetisi pasar dalam negeri yang semakin ketat, sebuah produk saat ini harus menawarkan nilai-nilai baru lebih dari sekedar nilai kebutuhan dasar manusia, sebuah produk harus memiliki nilai differensiasi, unik, efisien dengan harga bersaing.
Kehadiran Negara bagi kelompok ekonomi mikro kian menyentuh masyarakat dengan berbagai program nyata menyentuh pasar, sedang bagi pelajar dan mahasiswa cukup bulatkan niat menjadi seorang creative entrepreneur dengan bergabung menjadi mitra LLP-KUKM.
– See more at: http://smescoindonesia.com/index.php//baca/berita/2070/smesco-krenov-fair-2014#sthash.4JcPPOGE.dpuf
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Wilayah Papua memiliki posisi dan kedudukan yang sangat strategis, baik secara nasional, regional apalagi global. Mengingat kekayaan sumber daya alamnya yang hingga kini saja masih dalam pemetaan potensi yang dimiliki dan terkandung oleh pulau terbesar di Indonesia ini. Maka tidak salah kalau dalam konteks kepentingan nasional, wilayah Papua merupakan lumbung pangan dan energi, tambang dan mineral di Kawasan Timur Indonesia.
“Potensi Papua dari sektor tambang dan mineral bagi nasional berdasarkan atas nilai besaran cadangannya, terutama tembaga dan emas yang hingga kini Papua termasuk wilayah yang mengandung cadangan emas terbesar di dunia”, begitu yang dijelaskan oleh Mesak Tegai, Konsultan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Papua, BINA BANGUN BANGSA kepada Portal Infokom.
“Baru sebagian kecil yang di eksplorasi, apalagi eksploitasi yang masih hanya terpusat di daerah Timika saja”, tambahnya lagi.
Sedangkan menurutnya apabila dilihat dari sektor pertanian dan perkebunan yang sudah dan sangat berkembang adalah pada potensi kelapa sawit, yaitu bahwa industri kelapa sawit di Pulau Papua sudah menjadi penyumbang devisa terbesar bagi negara Indonesia, karena Papua termasuk satu produsen kelapa sawit yang besar di kawasan Asia.
Selain kelapa sawit, masih ada potensi dari tebu lahan untuk produksi, yang merupakan tebu lahan terluas yang berada di luar Pulau Jawa.
Kemudian dalam konteks global, berdasarkan potensi sumber daya alam yang dimiliki, wilayah Papua dapat menjadi produsen penting bagi kebutuhan beberapa komoditas pangan, pertanian, perkebunan, serta energi, tambang dan mineral lainnya bagi Indonesia maupun dunia.
Belum lagi potensi perikanan kelautannya, yang sudah diakui oleh beberapa manca negara tetangga maupun Internasional.
Keindahan Alam di Papua
Sebagai putra asli daerah, Mesak Tegai sangat bangga bahwa Papua yang merupakan bagian dari NKRI sangat memiliki nilai ekonomi strategis, yang apabila dikelola dan diolah secara tepat maka akan menjadi potensi daerah yang juga merupakan potensi nasional, sehingga dapat menghasilkan dan meningkatkan pendapatan serta menyumbang bagi devisa negara.
Ir. Mesak Tegai sudah sejak lama mengupayakan adanya percepatan pembangunan daerahnya demi untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat asli Papua keseluruhan, yang saat ini masih sangat memprihatinkan.
“Belum lagi masalah infrastruktur dasar yang hingga kini masih belum memadai dan terpenuhi secara cepat dan layak bagi keberlangsungan hidup masyarakat kami”, ujar Mesak lagi.
Karena menurutnya masalah ketertinggalan daerah Papua sangat memerlukan pembangunan infrastruktur seperti jalan penghubung dan atau transportasi yang bisa membuka akses keterhubungan antar wilayah dengan wilayah lainnya, yang saat ini belum terpenuhi, termasuk ketersediaan listrik dan telekomunikasi yang juga masih minim. Belum lagi masalah pendidikan dan kesehatan yang juga sangat kurang dan bahkan masih buruk.
“Maka saat ini saya sedang mengusulkan program percepatan pembangunan wilayah Papua dan Papua Barat, yang langsung dimajukan kepada Pemerintah Pusat dan Bappenas”, katanya.
Dengan harapan Mesak Tegai, bahwa usulannya tersebut agar menjadi perhatian dan pertimbangan pemerintah, sehingga menjadi prioritas pembangunan perekonomian dan kewilayahan Papua 2015-2019, demi masa depan masyarakat Papua keseluruhan yang lebih baik lagi.
“Syukurlah sekarang pak Presiden, pak Jokowi sangat perhatian dan peduli tentang kondisi dan keadaan Papua, dan Rakyat Papua sangat senang sekali, ada pemimpin yang benar – benar mau membela kebutuhan kami ini”, harapnya lagi.(***)
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Koperasi perlu lebih membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip Koperasi sehingga mampu berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Pembangunan Koperasi merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan seluruh rakyat.
Bahwa untuk mewujudkan hal-hal tersebut dan menyelaraskan dengan perkembangan keadaan, maka perlu mengatur kembali ketentuan tentang perkoperasian dalam suatu Undang-undang sebagai pengganti Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian.
Selengkapnya bisa dibaca dan diunduh di bawah ini :
Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen untuk saling bersilaturahmi dan saling memaafkan. Banyak cara seseorang merayakannya, salah satunya dengan mengirimkan parsel.
Saling mengirim parsel atau hampers jelang Lebaran Idul Fitri seakan sudah menjadi sebuah tradisi setiap tahunnya. Namun, tahukah kamu bagaimana tradisi tersebut dimulai?
Ketua Asosiasi Pengusaha Parsel Indonesia (APPI) Fahira Idris mengatakan tradisi mengirim parsel atau hampers saat Lebaran sudah ada sejak lama. Hal seperti itu juga dilakukan oleh dunia, termasuk Arab Saudi dan masuk Indonesia seiring berkembangnya agama Islam.
Dilansir dari Tamasia, tradisi saling mengirimkan parsel atau hampers saat Lebaran sudah ada sejak abad ke-11. Saat itu diperkenalkan pertama kali oleh William The Conqueror setelah Pertempuran Hastings.
Sesuai dengan arti katanya, hampers atau keranjang anyaman pertama kali digunakan untuk mengangkut makanan dan anggur dalam perjalanan panjang melintasi darat dan laut sekitar 1.000 tahun yang lalu.
Anyaman dipilih sebagai bahan keranjang karena dinilai lebih ringan daripada kayu. Selain itu juga lebih tahan lama, sehingga isian hampers masih dalam kondisi baik saat sampai ke penerima.
Munculnya tradisi kirim parsel atau hampers saat Lebaran berasal dari perang juga diiyakan oleh Fahira. Saat itu katanya para perempuan yang tidak ikut pertempuran membuat dan mengirimkan parsel untuk para pejuang.
“Para ibu atau perempuan yang saat itu tidak terjun ke medan pertempuran, berjuang dengan mengirimkan parsel berisi makanan untuk para pejuang. Tradisi mengirimkan ini kemudian berlanjut hingga kini terutama di momen hari besar keagamaan,” tuturnya.
Intinya parsel itu bingkisan sebagai hadiah yang isinya mulai dari berbagai macam kue, hingga aneka makanan dan minuman yang utamanya dikemas dalam kaleng atau toples. Semua itu ditata dan dihias dalam bentuk keranjang.
Bahkan ada hadiah yang berisi barang pecah belah. Semua itu ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. (detik.com).
Bagi yang ingin cari Parsel, silahkan hubungi : 081510780621
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Koperasi adalah Badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau Badan Hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Tujuan Pembentukan Koperasi
Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilan.
Nilai – Nilai Dasar Koperasi BINA BANGUN BANGSA
Nilai – nilai yang mendasari kegiatan Koperasi, yaitu : Musyawarah, Kekeluargaan, Gotong Royong, Bertanggung jawab, Berkeadilan.
Manfaat Koperasi bagi Anggota
Memberikan berbagai kemudahan dan pelayanan bagi anggota
Sarana belajar untuk pengembangan diri dan potensi usaha anggota
Sarana penjualan dan pemasaran serta pengembagan usaha yang sudah dimiliki anggota
Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup anggota
Membuka akses bantuan dan permodalan usaha anggota
Menciptakan lapangan pekerjaan dan usaha baru
Mengurangi tingkat pengangguran
Syarat Pembentukan Koperasi
Pembentukan Koperasi harus memenuhi syarat :
Anggota BINA BANGUN BANGSA
Koperasi Primer di bentuk dan didirikan oleh paling sedikit 20 (dua puluh) orang/Anggota yang mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama;
Pendiri adalah Anggota BINA BANGUN BANGSA sebagai Warga Negara Indonesia, mampu melakukan tindakan hukum;
Nama Koperasi paling sedikit terdiri dari 3 (tiga) kata;
Melaksanakan kegiatan usaha yang langsung memberi manfaat secara ekonomi kepada anggota;
Mengelompokkan usaha koperasi menjadi usaha utama, usaha pendukung dan usaha tambahan, yang di cantumkan dalam Anggaran Dasar;
Para pendiri menyetorkan modal sendiri yang terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal untuk melaksanakan kegiatan usaha yang jumlahnya sesuai kebutuhan yang diputuskan oleh Rapat Pendiri Koperasi.
Para pendiri wajib mengadakan rapat persiapan pembentukan koperasi yang membahas semua hal yang berkaitan dengan :
Rencana pembentuan koperasi;
Nama Koperasi;
Rancangan Anggaran Dasar Koperasi;
Usaha Koperasi;
Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib;
Pemilihan pengurus dan pengawas.
Rapat pembentukan Koperasi, dipimpin oleh seorang atau beberapa orang yang ditunjuk oleh Para Pendiri.
Rapat pembentukan Koperasi, menetapkan Anggaran Dasar Koperasi yang memuat sekurang-kurangnya :
daftar nama pendiri;
nama dan tempat kedudukan;
jenis koperasi;
maksud dan tujuan;
jangka waktu berdirinya;
keanggotaannya;
jumlah setoran simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal;
permodalan;
rapat anggota;
pengurus;
pembina;
pengawas;
pengelolaan dan pengendalian;
bidang usaha;
pembagian sisa hasil usaha;
ketentuan mengenai pembubaran, penyelesaian, dan hapusnya status badan hukum; dan
sanksi.
Hasil pelaksanaan rapat pembentukan koperasi, dibuat dalam :
Berita Acara Rapat Pendirian Koperasi, atau
Notulen Rapat Pendirian Koperasi.
Bagi anggota yang ingin gabung dalam Koperasi UMKM BINA BANGUN BANGSA silahkan ajukan pendaftaran melalui link/klik di sini