Varietas Unggul Koerintji, Si Kulit Kayumanis dari Jambi

Varietas Unggul Koerintji, Si Kulit Kayumanis dari Jambi

Jambi, BINA BANGUN BANGSA – Kayumanis (Cinnamomum burmanii) merupakan komoditas unggulan ekspor Indonesia di sektor perkebunan setelah lada dan pala. Kayumanis asal Indonesia sudah dikenal dalam dunia perdagangan rempah dunia dengan sebutan kayumanis Koerintji atau padang cassia.

Pencarian materi genetik kayumanis pada tiga Blok Penghasil Tinggi (BPT) di Provinsi Jambi terutama di Kabupaten Kerinci yaitu di Desa Lempur Tengah, Desa Perikan Tengah, dan Desa Air Betung dengan tanaman yang berumur 20-40 tahun.

Seleksi pohon induk terpilih (PIT) dilakukan dengan memilih berdasarkan pada karakter pertumbuhan, produksi, dan penampilan tanaman. Jumlah pohon induk terpilih yaitu lima puluh lima pohon terdiri dari 20 pohon dari Desa Lempur Tengah, 15 pohon dari Desa Perikan Tengah, dan 20 pohon dari Desa Air Betung.

Keunggulan PIT kayumanis Koerintji yaitu memiliki produksi kulit segar kayumanis Koerintji berkisar 126,25 – 201,51 kg basah/pohon, sedangkan produksi kulit kering yaitu sekitar 25,41 – 39,98 kg kering/pohon dengan ketebalan kulit kayumanis yaitu 3,65 – 6,65 mm.

Selain itu, keunggulan lain PIT kayumanis ini yaitu memiliki mutu kulit kayumanis yang baik dengan kadar minyak atsiri sekitar 1,29 – 3,57 % dan kadar sinamaldehid berkisar 91,88 – 94,19%. Kadar sinamaldehid kayumanis ini melebihi standar SNI yaitu 50%. Karakteristik mutu tersebut disukai oleh negara-negara pengimpor kayumanis. Lima puluh lima pohon induk terpilih tersebut merupakan kayumanis terbaik di Provinsi Jambi dan telah menyebar ke berbagai daerah tidak hanya di Provinsi Jambi tetapi juga telah menyebar ke Provinsi Sumatera Barat.

Pemerintah Daerah (Pemda) Jambi memberikan instruksi kepada pemda Kabupaten Kerinci untuk mengembangkan areal pertanaman kayumanis di wilayahnya (kecamatan) dengan menggunakan dana APBD mulai tahun 2019-2023 dengan luasan lahan mencapai 20-50 ha/tahun (Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, 2019).

Oleh karena itu, sejak tahun 2019 pemerintah daerah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci telah mengadakan benih kayumanis Koerintji untuk pengembangan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program perbenihan nasional sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kayumanis dari Indonesia.
Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA Mendorong Kemlu RI untuk Pasarkan Produk UKM Indonesia ke Pasar Amerika dan Eropa

Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA Mendorong Kemlu RI untuk Pasarkan Produk UKM Indonesia ke Pasar Amerika dan Eropa

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Inovasi dan promosi serta penjualan produk-produk ukm Indonesia saat ini perlu diperhatikan dan ditingkatkan dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi nasional dan menambah cadangan devisa negara.

Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan mendorong Kementerian Luar Negeri RI untuk inisiatif dan berperan aktif dalam memasarkan produk-produk komoditas dan UKM Indonesia ke pasar luar negeri, khususnya pasar Amerika Serikat dan Eropa.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Terbatas Dewan Pimpinan Nasional BINA BANGUN BANGSA bidang Perekonomian di kantornya, Jakarta.(27/08/2019).

“Saya harapkan agar produk ukm Indonesia bisa dipasarkan di luar negeri, pasar Amerika dan Eropa dibantu Kemlu melalui KBRI atau KJRInya”, katanya.

Seperti kita ketahui bahwa KBRI dan KJRI merupakan perwakilan Pemerintah Republik Indonesia di Luar Negeri, yang secara resmi mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah Republik Indonesia secara keseluruhan di Negara Sahabat dan/atau pada Organisasi Internasional. 

Lanjut menurut Ketum, yakin produk atau komoditas hasil dari Indonesia dapat menjadi produk unggulan berkualitas ekspor dengan selalu memperhatikan mutu dan kualitas serta kontinuitas produksinya.

Maka diharapkan Kemlu RI bisa menggandeng koperasi, organisasi, lsm, yayasan, komunitas, paguyuban, dan para pelaku UMKM Indonesia untuk difasilitasi dalam pemasaran dan pengembangan produk UKM Indonesia masuk pasar luar negeri.

“Sehingga produk-produk UKM Indonesia bisa naik kelas go Internasional”, harapannya.

Lada, Salah Satu Komoditas Unggulan Daerah Kabupaten Luwu Timur

Lada, Salah Satu Komoditas Unggulan Daerah Kabupaten Luwu Timur

BINA BANGUN BANGSA – Lada, disebut juga Merica/Sahang, yang mempunyai nama latin Piper Albi Linn adalah sebuah tanaman yang kaya akan kandungan, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Lada bersifat sedikit pahit, pedas, hangat, dan antipiretik.

Tanaman ini sudah mulai ditemukan dan dikenal sejak puluhan abad yang lalu. Pada umumnya orang-orang memanfaatkan lada sebagai bumbu dapur. Lada merupakan salah satu komoditas unggulan dan lebih dari 80% hasil lada Indonesia diekspor ke negara luar.

Komoditas lada merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten yang berjuluk Bumi Batara Guru tersebut terus mengembangkan produksi lada setiap tahunnya.

Tercatat, Sulawesi Selatan merupakan penghasil lada terbesar ketiga setelah Bangka Belitung dan Lampung. Dari total 5.181 ton yang dihasilkan Sulawesi Selatan, 2.987 ton berasal dari Bumi Batara Guru. Dari 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu Timur total luas lahan tanaman lada (merica) di Luwu Timur seluas 5,871.30 Hektare (Ha) dengan produksi lada 4,323.92 ton pertahunnya. (Dinas Pertanian, tahun 2017) Kecamatan yang memiliki perkebunan lada paling luas adalah Kecamatan Towuti dengan luas perkebunan 3,967.66 Hektare dengan produksi 3,222.80 ton pertahunnya.

Total produksi lada yang ada di Luwu Timur dari 11 Kecamatan sebanyak 4,323.92 ton pertahunnya. Sebagai salah satu komoditas unggulan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mengembangkan komoditas ini serta melakukan promosi perdagangan agar nantinya daerah ini dikenal sebagai salah satu penghasil lada di Indonesia.

Bagi yang ingin beli komoditas lada dari Luwu Timur ini, untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, silahkan hubungi kami melalui form minat di bawah ini :

Peluang Usaha : Kopi Nusantara, Ralf Coffee dan “Kobar”

Peluang Usaha : Kopi Nusantara, Ralf Coffee dan “Kobar”

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Bina Bangun Bangsa kerja sama dengan Ralf Coffee dalam penjualan dan pemasaran Kopi Nusantara. “Ralf Coffee” dikenal sebagai distributor hampir 50 varian kopi nusantara. Selama ini Ralf Coffee memasarkan produknya dengan menggandeng pelaku UMKM dengan jualan Kopi dengan gerobak merk “Kobar”, Kopi Bareng. saat ini sudah ada beberapa outlet yang tersebar di beberapa wilayah di DKI Jakarta.

Ralf Novizon sebagai pemilik dari Ralf Coffee berharap agar Kobar, sebagai gerobak Kopi dapat menjadi alternatif ekonomi kreatif bagi para pelaku umkm pemula atau bagi para generasi muda yang ingin menjadi entrepeneur (pengusaha), selain membantu para petani kopi lokal dengan kualitas dunia .

Dengan modal 7,5 – 15 Juta, siapa saja dapat memulai usaha Gerobak atau Sepeda Kopi tersebut. Para peminat akan diberikan peralatan dan perlengkapan kopi standard serta stok biji kopi premium, selain itu akan ditraining dan dapat pendampingan sebagai pengusaha kopi dan “Barista” yang profesional.

Selain jual minuman utama aneka Kopi, juga jual aneka snack, cake dan cookies khas nusantara lainnya serta aneka makanan/minuman lainnya.

[smartslider3 slider=19]

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi via sms/wa/telegram ke : 081319228227 atau isi form minat di bawah ini :

Produktivitas Kelapa di Parigi Moutong

Produktivitas Kelapa di Parigi Moutong

Parigi Moutong, BINA BANGUN BANGSA – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengemukakan, produksi kelapa oleh pekebun setiap tahun di daerah tersebut mencapai 212,176 juta butir/tahun.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson mengatakan, produksi dengan jumlah tersebut, berada di luas tanam 26.522 hektare.

“Per hektare-nya kelapa dapat mencapai 100 pohon dengan jarak tanam 10 meter, ” Kepala Nelson, di hubungi dari Palu, Selasa.

Nelson mengatakan, kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan dan masih menjadi andalan Parigi Moutong di sektor perkebunan selain kakao, padi dan jagung di subsektor tanaman pangan.

Dia mengutarakan, kelapa dalam milik petani di daerah itu mampu menghasilkan rata-rata 20 butir/pohon. Jenis kelapa lokal, sedangkan jenis kelapa unggulan mampu menghasilkan rata-rata 40 butir/pohon.

“Kualitas kelapa dalam kita masih menunjukan produksi yang baik, dari luas tanam 26.522 hektare area produksinya mencapai 8.000 butir buah/hektare,” ungkap mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Parigi Mouting itu.

Sebagai upaya peningkatan produksi, sebut dia, pada 2018 sebanyak 400 hektare tanaman kelapa dilakukan peremajaan karena dinilai sudah berumur.

Ia menyebut program peremajaan kelapa selaras dengan harapan pemerintah pusat dalam rangka menciptakan sektor perkebunan yang lebih produktif.

“Petani mampu panen kelapa empat kali dalam setahun, kondisi ini cukup ideal, ini menambah tingkat produksi yang lebih baik,” katanya.

Meski tingkat produksi terbilang besar, namun disisi lain petani kopra justru mengeluh karena harga anjlok dan harga kopra saat ini Rp3.800/kilogram.

Anjloknya harga dipasaran, memaksa para petani di kabupaten itu harus beralih menjual kelapa/buah dengan kisaran harga Rp1.500 hingga Rp2.000/buah

“Jual per biji dinilai lebih untung ketimbang kopra. Harga kopra tidak sebanding dengan biaya produksi, ” sebut dia.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong menyebutkan pada sektor perkebunan, tanaman kakao masih berada di peringkat atas dengan luas tanam mencapai 69.704 hektare. Sedangkan diperingkat kedua yakni kelapa dalam, kemudian tanaman cengkeh dengan luas tanam mencapai 4.981 hektare.(Antara)