Butuh Mobil Rental Jakarta ?

Butuh Mobil Rental Jakarta ?

Kami dapat menyediakan jasa rental mobil murah di jakarta untuk semua kebutuhan kendaraan transportasi anda. Tersedia segala jenis kendaraan. Rental Mobil Murah JakartaSewa Mobil Mewah JakartaRental Mobil Pengantin JakartaSewa Mobil Pengantin JakartaRental Mobil Premium JakartaSewa Mobil Premium Jakarta.

Hubungi Tarmo di no wa : 081388838876, Sewa mobil Innova, Avanza, Xenia, Calya, Agya, Hiace, Elf, Bus Wisata, dll. Harga mulai 300 ribu/hari. 

Pinang Komoditas Unggulan Ekspor Jambi

Pinang Komoditas Unggulan Ekspor Jambi

Jambi, BINA BANGUN BANGSA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendorong produk pinang menjadi komoditas unggulan ekspor. “Pemprov Jambi saat ini terus mendorong komoditas pertanian, khususnya komoditas pinang yang memiliki nilai jual ekspor yang tinggi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman di Jambi, Kamis (3/2/2022).

Sudirman menjelaskan, pinang merupakan tanaman monokotil yang tergolong ke dalam palem-paleman. Masyarakat di Indonesia sudah lama mengenalnya sebagai obat alternatif atau herbal, baik untuk kesehatan maupun kecantikan.

Negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara lainnya seperti India, Pakistan, Banghladesh, Thailand, Myanmar, Srilanka, Vietnam, Malaysia, serta Nepal juga menggunakan pinang sebagai bahan baku obat-obatan, permen herbal, hingga makanan kecil. Dengan dijadikannya komoditas ekspor unggulan, kata dia, maka akan memiliki dampak dalam membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat Jambi.

Jambi merupakan salah satu provinsi penghasil pinang selain Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh. Luas perkebunan pinang di Provinsi Jambi pada 2021 lebih kurang 28.255 hektare. Pada akhir 2020 total ekspor produk pinang Provinsi Jambi tercatat sebanyak 60 ribu ton dengan nilai Rp 1,1 triliun. Pada 2021 dari bulan Januari hingga September ekspor produk pinang meningkat menjadi 67 ribu ton dengan nilai sebesar Rp 1,7 triliun.

Dari segi produksi, penghasil pinang terbanyak dengan kualitas terbaik di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sehingga pinang menjadi salah satu produk unggulan ekspor provinsi itu. 

“Sudah menjadi probabilitas agar pinang menjadi salah satu komoditas unggulan dari pertanian, di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Belanda dan Belgia menggunakan pinang untuk memenuhi kebutuhan ekspatriat negara Asia Selatan,” kata Sudirman.

Pemprov Jambi terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Jambi dalam upaya mengembangkan seluruh komoditas termasuk pinang. Mulai dari penanaman sampai produksi hingga pemasaran. “Pinang asal Indonesia sangat diminati, dimana 80 persen kebutuhan dunia di ekspor dari Indonesia dan Provinsi Jambi berkontribusi sebesar 34,53 persen dari jumlah ekspor nasional tersebut,” kata Sudirman. (Antara)

Mengenal Macam Produk Percetakan dan Promosi

Mengenal Macam Produk Percetakan dan Promosi

Industri percetakan merupakan industri yang menghasilkan sesuatu melalui proses mencetak. Apapun jenis dan metode yang dipergunakan, semua produk yang dihasilkan melalui proses tersebut disebut dengan produk/barang percetakan.

Saat ini, kita mengenal begitu banyak produk percetakan dan juga produk digital printing. Ragam produk tersebut merupakan produk yang sangat sering kita temukan atau bahkan kita pergunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari termasuk produk penting dan utama juga sebagai promosi dari berbagai usaha dan bisnis yang diperlukan dalam penjualan dan pemasaran barang dan jasa perusahaan dan UMKM.

Sebelum membahas mengenai produk percetakan dan produk digital printing, kalian perlu mengetahui mengenai jenis dan metode percetakan. Secara umum, dikenal 2 jenis metode yaitu offset dan digital printing. Namun, sebenarnya ada begitu banyak metode yang dipergunakan oleh para pelaku industri percetakan dan berikut ini adalah beberapa diantaranya:

Offset Printing

Metode ini menghasilkan produk percetakan dalam jumlah besar. Secara prinsip, metode ini menggunakan plat yang terbuat dari alumunium, yang kemudian dipergunakan untuk mentransfer gambar ke sebuah selimut dan kemudian memutar gambar tersebut ke atas permukaan kertas. Nama offset sendiri mengacu pada proses dimana tinta yang digunakan tidak langsung ditransfer secara langsung ke atas kertas.

Digital Printing

Percetakan digital adalah sebuah metode percetakan dari gambar berbasis digital, yang biasanya berupa berkas, kemudian bisa langsung dicetak di berbagai media dengan secara instan dan cepat. Percetakan digital merupakan hasil inovasi perkembangan dari metode percetakan yang konvensional, yang muncul seiring dengan kemajuan teknologi dunia yang sudah masuk pada era digital.[1]

Penghematan tenaga kerja dan kemampuan mesin cetak digital yang terus meningkat menandakan bahwa percetakan digital mencapai titik dimana ia dapat menyamai atau menggantikan kemampuan teknologi cetak offset untuk melakukan cetakan yang lebih banyak dengan harga murah.[2]

Macam dan Jenis Barang Cetakan dan Promosi

  • Kartu Nama
  • ID Card
  • Kop Surat
  • Amplop
  • Map Folder
  • Paper/Woven Bag
  • Brochure/Flyer
  • X-Banner/Roll Banner
  • Spanduk
  • Uniform
  • Payung, mug, ballpoint, bros
  • Signboard/reklame
  • dan masih banyak lainnya

Untuk info atau konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi Divisi Percetakan dan Promosi di nomor : 0813873503862

(Adv)

Dilirik 7 Negara Asing, ‘Kelor Merah Khatulistiwa’ Sulteng Tembus Pasar Dunia

Dilirik 7 Negara Asing, ‘Kelor Merah Khatulistiwa’ Sulteng Tembus Pasar Dunia

Sulawesi Tengah, BINA BANGUN BANGSA – Siapa tak kenal dengan khasiat daun kelor. Tanaman pagar rumah tangga yang tumbuh subur di Kota Palu, Sulawesi Tengah itu kini tengah dibranding dengan nama ‘kelor merah khatulistiwa’ dan telah dilirik oleh 7 negara asing.

Branding ini sedang dikembangkan dan didukung oleh Balai Karantina Pertanian (Barantan) Palu. Amril, Kepala Barantan Palu menuturkan, pemberian nama kelor merah sebab batangnya yang merah dan hanya ada di Kota Palu yang merupakan daerah jalur khatulistiwa.

“Ini kelor merah memang salah satu potensi jual komoditas pertanian dari Sulawesi Tengah,” katanya saat ikut memanen kelor di Kelurahan Kayumalue, Senin (11/10/2021).

“Potensinya sangat besar, karena ada tujuh negara yang meninjau kemari,” imbuh dia.

Negara itu ialah Dubai, Jepang, China, Perancis, Amerika Serikat dan Nigeria. Penanaman kelor saat ini berada di wilayah Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Tawaili, Kota Palu dengan luas lahan 200 hektar. Meski akan menjadi komoditas ekspor, Amril bilang kelor merah terlebih dahulu akan difokuskan untuk dinikmati masyarakat di wilayah setempat.

“Nanti di tempat ini kami juga dorong masyarakat agar membuat semacam agrowisata. Ada tanaman rica, tomat, dan sebagainya. Tapi brandnya di sini kelor merah khatulistiwa. Jadi yang datang ke sini bisa menikmati sajian dari kelor yang dibuat masyarakat,” kata dia.

Amril pun menyebut, ke depan akan berkomunikasi bersama direktorat jenderal prasarana untuk siap memberi dukungan peralatan kepada para petani kelor. Hal ini merupakan komitmen dari Kementerian Pertanian bahwa semua Kabupaten harus memiliki komoditas yang siap diekspor.

“Nah kita melihat di Palu ini komoditas yang bisa kita angkat ini adalah Kelor merah khatulistiwa,” jelas Amril.

Terpisah, Dahlan penginisiasi komoditas kelor merah mengatakan awalnya hanya menanam 1 hektar kelor dari 200 hektar lahan. Seiring banyaknya peminat, kelor merah kini sudah ditanami pada luas 10 hektar lahan.

Ia menjelaskan, perawatan kelor merah tidak rumit. Satu hektar kelor bisa ditanami sebanyak 10 ribu pohon. Dahlan bilang kelor di Palu dipanen setiap triwulan satu kali. 1 hektar lahan bisa menghasilkan 15-20 ton kelor setengah jadi dengan harga jual mencapai 2 juta per ton.

“Karena kelor di Sulawesi tengah berbeda dengan kelor di tempat lain, kita sudah tiga kali panen dalam setahun, yang di luar daerah itu hanya 1 kali setahun,” ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut dia, kelor yang ditanam sudah bekerja sama dengan salah satu swadaya masyarakat dengan menyiapkan kelor setengah kering untuk selanjutnya diolah menjadi produk UMKM. “Kita diberi mesin kapasitas 130 kg. Saat ini kami sudah diberi 3 mesin,” ujarnya.

Lewat mesin itu, ia pun menyebutkan tengah memberdayakan masyarakat yang kurang mampu. Satu mesin dengan kapasitas 13 kg dipegang oleh satu pekerja dengan bayaran satu juta perbulannya.

Dahlan berharap, ke depan dapat banyak dukungan dari pemerintah untuk mengembangkan bisnis tanaman kelor sehingga bisa menjadi barang yang siap diekspor. Sebab diakuinya, mengurus kelor memakan biaya yang cukup besar.

“Saat ini saya terus sementara mendorong, mengajak masyarakat agar supaya kelor ini bisa menjadi pendapatan yang menjanjikan,” tuturnya. (kabarselebes.id)

Untuk Bantu UMKM, Penyaluran Bansos Sembako agar Diganti Jadi Bantuan Tunai

Untuk Bantu UMKM, Penyaluran Bansos Sembako agar Diganti Jadi Bantuan Tunai

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berjatuhan akibat macet dan lesunya usaha dan kegiatan masyarakat akibat dampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang telah menghantam perekonomian nasional sejak bulan Maret tahun ini.

Untuk itu, pemerintah disarankan dalam pemberian bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang selama ini berupa sembako agar diganti dengan bantuan tunai, sehingga uang yang diberikan kepada penerima Bansos dapat dibelanjakan kepada UMKM sekitar lingkungan rumahnya. Maka dengan itu secara otomatis akan menciptakan daya beli masyarakat dan menggerakan perekonomian lokal secara nyata.

Selain menumbuhkan daya beli masyarakat yang ‘drop’ jatuh selama Pandemi Covid-19 ini, bantuan tunai tersebut akan sangat membantu pelaku UMKM untuk tetap hidup, sehingga tidak perlu ada pengurangan pegawai (PHK) atau tutup usahanya.

Secara data, menurut Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Muhammad Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa sektor UMKM setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan. Data per 2018, sektor UMKM menyumbang Rp 8.400 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut setara dengan 60% dari Rp 14.000 triliun PDB Indonesia di 2018.

Selain itu, kontribusi UMKM adalah pada penyerapan tenaga kerjanya, karena sektor UMKM berhasil menyerap 121 juta tenaga kerja, yaitu sekitar 96% dari total tenaga kerja Indonesia di 2018 yang sebesar 170 juta. Atau secara pertumbuhan, mengalami pertumbuhan 5% setiap tahunnya.

Apabila belajar dari krisis 1998 dan 2008 yang pernah terjadi, bahwa sektor UMKM dan aktivitas konsumsi masyarakat saat itu yang menjadi penyelamat perekonomian nasional di tengah krisis itu.

Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat dan menggerakan perekonomian rakyat harus semakin dilakukan, salah satunya dengan mengubah bantuan sosial dalam bentuk sembako menjadi bantuan tunai. (Red)