Bawang Goreng Kota Palu yang Khas dan Gurih

Bawang Goreng Kota Palu yang Khas dan Gurih

Palu, BINA BANGUN BANGSA – Bawang goreng produksi khas Kota Palu menjadi unik karena bahan dasarnya, yaitu terutama jenis bawangnya. Bawang ini hanya dapat tumbuh di tanah Kota Palu, dan menurut beberapa orang yang telah mencobanya tidak bisa tumbuh di kota lain di Indonesia, bahkan di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Tengah. Rasanya, gurih dan tidak ada sedikitpun rasa pahit yang tersisa di lidah, berbeda dengan bawang goreng biasanya.

Produk Unggulan Kota Palu

Hal ini karena bawang goreng palu telah menjadi identitas kota Palu. Bawang memang bisa tumbuh di daerah mana saja, namun bedanya bawang yang tumbuh di wilayah Palu berbeda karena bentuknya lebih lebar dan tebal. Saat digoreng rasanya juga lebih renyah dan menghasilkan wangi yang tajam. Rasa nikmat gurihnya ternyata muncul karena bawang yang ditanam bergantung cuaca Palu dan hanya diberi sedikit air.

Mengenai harga bawang goreng cukup bervariasi dan biasanya tergantung kualitas pembuatannya. Jenis bawang yang digunakan biasanya sama untuk setiap pengusaha, namun yang membedakan adalah proses pembuatannya. Harga jual yang lebih mahal bawang goreng dihasilkan cukup kering. Sedangkan yang sedikit lebih murah masih terdapat kandungan minyak. Harga jual juga dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku di petani bawang. Pada musim hujan, ketersediaan bawang sangat sedikit, karena bawang ini tidak tahan terkena dengan air hujan, dan cenderung petani tidak menanam. Sehingga ketersediaan bahan baku paling banyak ketika musim panas.

Ingin kerja sama atau pemesanan Bawang Goreng Khas Palu ini?
Silahkan hubungi kami di :
✉️ Email: umkm@binabangunbangsa.com
📱 WhatsApp: 089616305757

Kopi Asli Donggala Sulawesi Tengah

Kopi Asli Donggala Sulawesi Tengah

Donggala, BINA BANGUN BANGSA – Kopi Asli dari daerah Sulawesi Tengah, tepatnya dari Desa Sipi Dusun Puramalino Donggala Sulawesi Tengah, Kopi Pura Robusta dengan ketinggian 1400 mdl dan mempunyai rasa yang lebih kuat (strong) kopinya dan di tanam secara alamiah tanpa memakai pupuk kimia yang hidup di dataran tinggi hutan lindung pegunungan Molenggraf yang di tumbuhi berbagai macam tumbuhan rempah terdiri dari lada cengkeh durian, pala dan cacao yang keunikannya ketika kita dapat menyeduhnya terasa lebih strong rasa kopinya dan kelebihan kopi pura ini dapat menghilangkan rasa nyeri sendi pada tulang apabila di konsumsi dengan teratur.

Kopi murni 100% tanpa campuran apapun. Bisa dipesan dalam bentuk biji kopi atau bubuk kopi.

Kopi rendah asam, aman untuk lambung yang diolah melalui proses yang sealami mungkin sehingga dapat menghasilkan kopi terbaik dikelasnya, tersedia jenis Arabika & Robusta.

Kopi Arabika terkenal dengan kepahitannya, tinggi kafein, aromanya yang wangi sehingga menghasilkan rasa kopi yang memiliki sensasi tersendiri bagi para penikmat kopi.

Kopi asli tanpa campuran, diolah secara tradisional untuk menghasilkan aroma dan citarasa kopi yang khas.

Silakan dicoba, kopi pura yang sudah terbukti keunikan dan kenikmatan rasa kopinya. (***)

Varietas Unggul Koerintji, Si Kulit Kayumanis dari Jambi

Varietas Unggul Koerintji, Si Kulit Kayumanis dari Jambi

Jambi, BINA BANGUN BANGSA – Kayumanis (Cinnamomum burmanii) merupakan komoditas unggulan ekspor Indonesia di sektor perkebunan setelah lada dan pala. Kayumanis asal Indonesia sudah dikenal dalam dunia perdagangan rempah dunia dengan sebutan kayumanis Koerintji atau padang cassia.

Pencarian materi genetik kayumanis pada tiga Blok Penghasil Tinggi (BPT) di Provinsi Jambi terutama di Kabupaten Kerinci yaitu di Desa Lempur Tengah, Desa Perikan Tengah, dan Desa Air Betung dengan tanaman yang berumur 20-40 tahun.

Seleksi pohon induk terpilih (PIT) dilakukan dengan memilih berdasarkan pada karakter pertumbuhan, produksi, dan penampilan tanaman. Jumlah pohon induk terpilih yaitu lima puluh lima pohon terdiri dari 20 pohon dari Desa Lempur Tengah, 15 pohon dari Desa Perikan Tengah, dan 20 pohon dari Desa Air Betung.

Keunggulan PIT kayumanis Koerintji yaitu memiliki produksi kulit segar kayumanis Koerintji berkisar 126,25 – 201,51 kg basah/pohon, sedangkan produksi kulit kering yaitu sekitar 25,41 – 39,98 kg kering/pohon dengan ketebalan kulit kayumanis yaitu 3,65 – 6,65 mm.

Selain itu, keunggulan lain PIT kayumanis ini yaitu memiliki mutu kulit kayumanis yang baik dengan kadar minyak atsiri sekitar 1,29 – 3,57 % dan kadar sinamaldehid berkisar 91,88 – 94,19%. Kadar sinamaldehid kayumanis ini melebihi standar SNI yaitu 50%. Karakteristik mutu tersebut disukai oleh negara-negara pengimpor kayumanis. Lima puluh lima pohon induk terpilih tersebut merupakan kayumanis terbaik di Provinsi Jambi dan telah menyebar ke berbagai daerah tidak hanya di Provinsi Jambi tetapi juga telah menyebar ke Provinsi Sumatera Barat.

Pemerintah Daerah (Pemda) Jambi memberikan instruksi kepada pemda Kabupaten Kerinci untuk mengembangkan areal pertanaman kayumanis di wilayahnya (kecamatan) dengan menggunakan dana APBD mulai tahun 2019-2023 dengan luasan lahan mencapai 20-50 ha/tahun (Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, 2019).

Oleh karena itu, sejak tahun 2019 pemerintah daerah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci telah mengadakan benih kayumanis Koerintji untuk pengembangan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program perbenihan nasional sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kayumanis dari Indonesia.
Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Lada, Salah Satu Komoditas Unggulan Daerah Kabupaten Luwu Timur

Lada, Salah Satu Komoditas Unggulan Daerah Kabupaten Luwu Timur

BINA BANGUN BANGSA – Lada, disebut juga Merica/Sahang, yang mempunyai nama latin Piper Albi Linn adalah sebuah tanaman yang kaya akan kandungan, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Lada bersifat sedikit pahit, pedas, hangat, dan antipiretik.

Tanaman ini sudah mulai ditemukan dan dikenal sejak puluhan abad yang lalu. Pada umumnya orang-orang memanfaatkan lada sebagai bumbu dapur. Lada merupakan salah satu komoditas unggulan dan lebih dari 80% hasil lada Indonesia diekspor ke negara luar.

Komoditas lada merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten yang berjuluk Bumi Batara Guru tersebut terus mengembangkan produksi lada setiap tahunnya.

Tercatat, Sulawesi Selatan merupakan penghasil lada terbesar ketiga setelah Bangka Belitung dan Lampung. Dari total 5.181 ton yang dihasilkan Sulawesi Selatan, 2.987 ton berasal dari Bumi Batara Guru. Dari 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu Timur total luas lahan tanaman lada (merica) di Luwu Timur seluas 5,871.30 Hektare (Ha) dengan produksi lada 4,323.92 ton pertahunnya. (Dinas Pertanian, tahun 2017) Kecamatan yang memiliki perkebunan lada paling luas adalah Kecamatan Towuti dengan luas perkebunan 3,967.66 Hektare dengan produksi 3,222.80 ton pertahunnya.

Total produksi lada yang ada di Luwu Timur dari 11 Kecamatan sebanyak 4,323.92 ton pertahunnya. Sebagai salah satu komoditas unggulan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mengembangkan komoditas ini serta melakukan promosi perdagangan agar nantinya daerah ini dikenal sebagai salah satu penghasil lada di Indonesia.

Bagi yang ingin beli komoditas lada dari Luwu Timur ini, untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, silahkan hubungi kami melalui form minat di bawah ini :

Produktivitas Kelapa di Parigi Moutong

Produktivitas Kelapa di Parigi Moutong

Parigi Moutong, BINA BANGUN BANGSA – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengemukakan, produksi kelapa oleh pekebun setiap tahun di daerah tersebut mencapai 212,176 juta butir/tahun.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson mengatakan, produksi dengan jumlah tersebut, berada di luas tanam 26.522 hektare.

“Per hektare-nya kelapa dapat mencapai 100 pohon dengan jarak tanam 10 meter, ” Kepala Nelson, di hubungi dari Palu, Selasa.

Nelson mengatakan, kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan dan masih menjadi andalan Parigi Moutong di sektor perkebunan selain kakao, padi dan jagung di subsektor tanaman pangan.

Dia mengutarakan, kelapa dalam milik petani di daerah itu mampu menghasilkan rata-rata 20 butir/pohon. Jenis kelapa lokal, sedangkan jenis kelapa unggulan mampu menghasilkan rata-rata 40 butir/pohon.

“Kualitas kelapa dalam kita masih menunjukan produksi yang baik, dari luas tanam 26.522 hektare area produksinya mencapai 8.000 butir buah/hektare,” ungkap mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Parigi Mouting itu.

Sebagai upaya peningkatan produksi, sebut dia, pada 2018 sebanyak 400 hektare tanaman kelapa dilakukan peremajaan karena dinilai sudah berumur.

Ia menyebut program peremajaan kelapa selaras dengan harapan pemerintah pusat dalam rangka menciptakan sektor perkebunan yang lebih produktif.

“Petani mampu panen kelapa empat kali dalam setahun, kondisi ini cukup ideal, ini menambah tingkat produksi yang lebih baik,” katanya.

Meski tingkat produksi terbilang besar, namun disisi lain petani kopra justru mengeluh karena harga anjlok dan harga kopra saat ini Rp3.800/kilogram.

Anjloknya harga dipasaran, memaksa para petani di kabupaten itu harus beralih menjual kelapa/buah dengan kisaran harga Rp1.500 hingga Rp2.000/buah

“Jual per biji dinilai lebih untung ketimbang kopra. Harga kopra tidak sebanding dengan biaya produksi, ” sebut dia.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong menyebutkan pada sektor perkebunan, tanaman kakao masih berada di peringkat atas dengan luas tanam mencapai 69.704 hektare. Sedangkan diperingkat kedua yakni kelapa dalam, kemudian tanaman cengkeh dengan luas tanam mencapai 4.981 hektare.(Antara)

Komoditas dan Produk Unggulan Daerah Kalimantan Selatan

Komoditas dan Produk Unggulan Daerah Kalimantan Selatan

Banjarmasin, BINA BANGUN BANGSA – Kalimantan Selatan memiliki komoditas unggulan berupa batu bara, karet, rotan, kayu manis, dan rumput laut. Sedangkan komoditas lain, seperti bawang merah, bawang putih, dan sayur mayur, berupa kol dan kentang, disuplai dari provinsi lain. Per tahun, nilai transaksi dari komoditas tersebut sebesar Rp 27 miliar.

“Nilai transaksi dari komoditas Kalsel mencapai Rp 27 miliar untuk setahun,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani dalam keterangan tertulis, Rabu (24/10/2018).

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel Nafarin mengungkapkan investasi diperlukan untuk meningkatkan nilai jual komoditas dan meningkatkan nilai dagang.

“Kita perlu lakukan hilirisasi komoditas untuk meningkatkan nilai dagang. Di sektor perkebunan, kita sedang merancang industri ban untuk hilirisasi karet. Lalu hilirisasi CPO kita kembangkan industri minyak goreng dan mentega, industri besi dan baja untuk hilirisasi bijih besi, dan semua itu butuh investasi,” kata Nafarin. (Detik)